Milenianews.com, Lebak – Banjir melanda Kabupaten Lebak, Banten merendam 1.200 rumah pada 14 kecamatan. Banjir tersebut terjadi karena luapan beberapa sungai sejak hujan yang berlangsung sejak Sabtu (5/12) sore. Untungnya tidak ada warga korban banjir yang mengungsi. Karena banjir cepat surut.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Pebby Rezky Pratama menuturkan, bahwa perangkat pemerintah setempat harus meningkatkan kewaspadaannya.
Baca Juga : Banjir Bandang Sapu Belasan Rumah di Sukabumi
“Kepada aparatur kecamatan, desa dan kelurahan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam sehubungan curah hujan cenderung meningkat,” katanya, mengutip Antara, Senin (7/12).
Banjir Lebak sebabkan jalan desa ambles
Sementara itu, kerusakan yang timbul menyebabkan 29 rumah mengamalami kondisi rusak berat dan ringan.Tak hanya rumah, banjir juga timbulkan kerusakan infrastruktur antara lain jalan Kabupaten sepanjang 10 meter dan jalan poros desa ambles. Serta satu jembatan gantung roboh.
Selain itu, ada 3 orang hanyut terbawa arus Sungai Cilangkahan. Dua diantaranya berhasil ditemukan selamat dan satu orang lainnya masih dalam pencarian tim evakuasi. Banjir yang melanda setinggi 1,5 meter sampai 2,5 meter.
“Kami minta warga agar meningkatkan kewaspadaan banjir susulan, karena curah hujan cukup tinggi,” kata Pebby.
Baca Juga : Banjir Melanda Garut Selatan, Ribuan Orang Mengungsi
Wilayah Kabupaten Lebak yang terkena dampak banjir ini, antara lain, Malingping, Sobang, Wanasalam, Cijaku, Muncang, Leuwidamar, dan Cirinten. Juga kecamatan Banjarsari Cileles, Gunungkencana, Cigemblong, Cimarga, Cikulur dan Cibadak.
“Kami menetapkan status awas, dan berharap warga yang tinggal sekitar aliran sungai melakukan ronda malam agar bisa mengantisipasi luapan air sungai,” ujarnya.(Rifqi Firdaus)