Milenianews.com, Semarang– Institut SEBI terus memperkuat komitmen keunggulan akademiknya di bidang ekonomi dan keuangan Islam. Ketua Program Studi Akuntansi Syariah Institut SEBI, Ahmad Baehaqi, S.E.I., M.Ak., resmi meraih gelar doktor bidang Ekonomi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).
Keberhasilan ini menambah deretan akademisi bergelar doktor di lingkungan Institut SEBI. Baehaqi resmi dikukuhkan sebagai lulusan doktor ke-605 FEB Undip setelah menyelesaikan studi S-3 selama 4 tahun 29 hari dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,66 dengan predikat Sangat Memuaskan.
Baca Juga : Studium Generale Institut SEBI: Mahasiswa Baru Didorong Jadi Impact Maker
Dalam Ujian Promosi Doktor yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB, Baehaqi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Harmonisasi Akuntabilitas Instrumental dan Relasional dalam Pengelolaan Zakat: Studi Kasus pada LAZ IZI”. Penelitian ini menawarkan gagasan baru mengenai pentingnya keseimbangan antara standar akuntansi formal dengan nilai-nilai relasional, sosial, dan spiritual dalam tata kelola lembaga zakat di Indonesia.
Sidang terbuka ini dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Akhmad Syakir Kurnia, S.E., M.Si., Ph.D., bersama Promotor Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com., Ph.D., Akt., Co-Promotor Tri Jatmiko Wahyu Prabowo, S.E., M.Si., Ph.D., serta dewan penguji Prof. Dr. Bestari Dwi Handayani, Dwi Cahyo Utomo, Ph.D., dan Dr. Jaka Isgiyarta. Prosesi ini juga dihadiri oleh perwakilan pimpinan Institut SEBI, keluarga, dan rekan sejawat.
Kehadiran doktor baru di bidang Akuntansi Syariah ini makin mengokohkan posisi Institut SEBI sebagai perguruan tinggi terdepan yang memadukan kedalaman riset ilmiah dengan implementasi praktis industri keuangan syariah. Riset-riset Baehaqi yang telah dipublikasikan di berbagai jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus dan SINTA menjadi bukti nyata kontribusi akademisi Institut SEBI dalam mewarnai pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan tata kelola zakat nasional.













