Milenianews.com, Karawang – Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Bagi anak-anak, bermain, mewarnai, dan berinteraksi bersama teman juga dapat menjadi pengalaman yang membantu mereka belajar sekaligus mengembangkan kemampuan.
Suasana itulah yang hadir di SDN Kiarapayung 1, Karawang, ketika mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Fun Day dalam rangkaian program BSI Explore 2026, Kamis (20/8).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya siswa sekolah dasar.
Belajar Lewat Permainan dan Kreativitas
Sejak kegiatan dimulai, siswa kelas 1 hingga kelas 3 SDN Kiarapayung 1 diajak mengikuti berbagai aktivitas yang telah disiapkan mahasiswa.
Tidak hanya lomba mewarnai, anak-anak juga mengikuti sejumlah permainan yang mengandalkan kerja sama, koordinasi, dan kemampuan motorik. Beberapa di antaranya adalah estafet kardus, mengipasi balon, estafet sedotan, hingga estafet menggunakan karet.
Bagi anak-anak, rangkaian kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar dalam suasana yang berbeda. Mereka dapat berkreasi, bergerak, bekerja sama, sekaligus menikmati kebersamaan bersama teman-teman.
Andina Suci Aryani, mahasiswa UBSI Kampus Cibitung sekaligus ketua Tim 15 BSI Explore 2026 Desa Kiarapayung, mengatakan aktivitas tersebut sengaja dirancang agar proses belajar terasa lebih menyenangkan.
Menurutnya, permainan dapat menjadi salah satu cara untuk melatih kemampuan motorik anak sekaligus menciptakan interaksi yang lebih dekat.
“Menurut aku itu sangat penting sekali untuk dilatih motoriknya, karena motorik yang baik itu merangsang untuk otak itu berkembang. Kita juga ingin anak-anak bisa belajar melalui aktivitas yang menyenangkan,” ujar Andina dalam keterangan rilis yang diterima, Kamis (20/8).
Pendidikan Tak Selalu Berbentuk Pembelajaran Formal

Bagi Andina, pendidikan anak tidak hanya berlangsung ketika guru menyampaikan materi di depan kelas. Pengalaman bermain, berkreasi, berkomunikasi, dan bekerja sama juga menjadi bagian dari proses pembentukan kemampuan anak.
Pendekatan tersebut membuat anak-anak dapat memperoleh pengalaman baru tanpa merasa sedang mengikuti proses belajar yang formal.
Melalui BSI Explore 2026, mahasiswa UBSI juga ingin menunjukkan bahwa pendidikan dapat hadir dari berbagai bentuk dan sumber. Hal tersebut menjadi penting di tengah tantangan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Kita ingin mengajarkan bahwa pendidikan itu bisa dari mana saja, bisa dari sumber apa saja, dan juga tidak harus yang bermewah-mewahan gedungnya, tetapi tentang bagaimana kualitas ilmu itu,” katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai yang dibawa mahasiswa dalam kegiatan Fun Day. Mereka tidak hanya mengajak anak-anak mengikuti perlombaan, tetapi juga berusaha menghadirkan pengalaman yang dapat meninggalkan kesan positif.
Baca juga: Citarum Harum Ubah Lahan Kosong Jadi Taman Warga dan Ruang Produktif di Pasir Pogor
Dari Lomba Mewarnai hingga Permainan Estafet
Lomba mewarnai menjadi salah satu aktivitas yang menarik perhatian siswa. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas dan imajinasi mereka.
Sementara itu, permainan estafet menghadirkan pengalaman berbeda. Anak-anak perlu bergerak, berkonsentrasi, serta berkoordinasi dengan teman satu kelompok agar permainan dapat diselesaikan.
Aktivitas seperti estafet kardus, mengipasi balon, estafet sedotan, dan estafet karet juga membuat suasana sekolah menjadi lebih hidup.
Bagi mahasiswa, interaksi tersebut memberikan pengalaman tersendiri. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana anak-anak merespons kegiatan, sekaligus memahami bahwa pendekatan dalam memberikan edukasi perlu disesuaikan dengan usia dan karakter peserta.
Mahasiswa Belajar dari Masyarakat
Kehadiran mahasiswa melalui BSI Explore 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang memberikan kegiatan kepada siswa. Ada proses belajar dua arah yang terjadi selama kegiatan berlangsung.
Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kebutuhan lingkungan sekitar. Sementara anak-anak memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan edukatif yang dikemas dalam bentuk permainan.
Interaksi tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak selalu harus diwujudkan melalui program yang besar dan kompleks.
Dari sebuah lomba mewarnai, permainan sederhana, hingga aktivitas bersama, mahasiswa dapat menghadirkan ruang belajar yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
BSI Explore Hadirkan Pendidikan yang Lebih Dekat
Kegiatan Fun Day di SDN Kiarapayung 1 menjadi bagian dari semangat BSI Explore 2026 untuk menghadirkan mahasiswa lebih dekat dengan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan peran sebagai insan akademik, tetapi juga ikut berbagi pengalaman, kreativitas, dan pengetahuan kepada lingkungan sekitar.
Di sisi lain, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar bahwa pendidikan dapat hadir dalam berbagai bentuk. Tidak selalu melalui buku dan papan tulis, tetapi juga melalui permainan, kreativitas, interaksi, serta pengalaman bersama.
Pada akhirnya, kegiatan sederhana di SDN Kiarapayung 1 memberikan pesan bahwa pendidikan dapat tumbuh dari mana saja. Ketika ilmu dipadukan dengan kreativitas dan kepedulian, sebuah permainan pun dapat berubah menjadi pengalaman belajar yang bermakna.
Melalui BSI Explore 2026, mahasiswa UBSI membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari hal sederhana: hadir, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan ruang bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













