Milenianews.com, Jakarta – Sekitar 228 mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) resmi mengikuti BSI Explore 2026 dengan tema “Menginspirasi Membangun Negeri”. Program pengabdian masyarakat ini berlangsung pada 5 Agustus 2025 sampai 25 Agustus 2026 atau berkisar selama 20 hari di setiap lokasi dan menempatkan pelaksana BSI Explore di 38 desa sasaran.
Para peserta berasal dari berbagai program studi dan kampus UBSI yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Peserta telah melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pemberkasan, wawancara, sampai pembekalan berbagai materi hingga tahapan lain yang menilai kesiapan mahasiswa untuk terjun ke masyarakat. Sebelum diterjunkan, tim juga melakukan survei lokasi untuk memetakan kondisi desa dan kebutuhan warga agar program kerja lebih tepat sasaran.
Dalam acara Pelepasan Peserta BSI Explore 2026, yang digelar di Aula UBSI kampus Kramat 98, jl. Kramat Raya no.98, Senen, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/8), Wakil Rektor II Bidang non Akademik UBSI, Adi Supriyatna, M.Kom, berpesan agar para peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, menjaga adab, serta merawat kesehatan mental dan fisik selama menjalankan tugas. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama tim dan menjaga keselamatan bersama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi warga desa.
“Rekrutmen BSI Explore 2026 diikuti lebih dari 1.300 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, hanya peserta terbaik yang akhirnya terpilih untuk diterjunkan ke desa-desa sasaran. Hal ini menunjukkan bahwa program ini menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial bagi mahasiswa,” kata Adi, dalam sambutannya.
BSI Explore 2026 sendiri berfokus pada tiga bidang utama, yakni pengembangan fasilitas sekolah, pendampingan masyarakat, dan digitalisasi desa. Setiap tim memiliki rancangan program kerja masing-masing sesuai karakteristik wilayah.
Tim Desa Pantai Bagia, misalnya, Muhammad Dhafi Sukandar menyebut timnya menyiapkan program unggulan berupa penanaman 38 mangrove dan upaya promosi produk UMKM agar lebih banyak diminati pembeli.
Sementara itu, Lutviviani Rosyidah menjelaskan timnya akan membuat website desa, menjalankan program mandiri pangan untuk anak SD, serta membantu UMKM yang membutuhkan QRIS agar transaksi lebih lancar.
Selama program berlangsung, para mahasiswa juga mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar mampu berinteraksi dan mendampingi masyarakat dengan baik.
“Saya berharap seluruh mahasiswa peserta BSI Explore selalu dalam kondisi sehat, dapat berbaur dengan masyarakat dan diterima dengan baik di lingkungan baru. Selain itu, saya juga berharap seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan lancar,” ungkap Adi.
Sementara itu, salah satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Jordy Lesmana, mengatakan, program BSI Explore bisa terus berlanjut dan tidak berhenti ketika pelaksanaan berlangsung saja.
“Harapan saya program-program BSI Explore tidak berhenti setelah 21 hari pelaksanaan, tetapi terus berlanjut sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Jordy.
Kehadiran BSI Explore 2026 diharapkan menjadi ruang belajar bersama antara peserta dan masyarakat desa. Melalui semangat kolaborasi inilah yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus menebar kebaikan, sekaligus meninggalkan jejak perubahan positif yang berkelanjutan di desa sasaran.













