Milenianews.com, Depok– Bagi sebagian orang, selembar bungkus kopi sachet mungkin hanyalah sampah yang tak berarti. Namun bagi Siti (nama samaran), seorang ibu dengan tiga putra dan istri dari seorang karyawan yayasan, setiap bungkus kopi adalah butiran harapan. Di tengah himpitan ekonomi dan tanggung jawab membesarkan tiga jagoan kecilnya, Siti memendam satu impian besar: Melihat Ka’bah secara langsung.
Harapan yang Digantungkan pada “Keberuntungan”
Perjalanan Siti dimulai dari sebuah iklan kopi di televisi. Promo hadiah umroh gratis bagi mereka yang mengirimkan bungkus kosong menjadi pelita kecil di hatinya. Setiap hari, sembari membantu perekonomian keluarga, Siti dengan sabar mengumpulkan bungkus demi bungkus. Ia menyimpannya dengan rapi, menyelipkan doa di setiap lipatannya, berharap namanya terpilih melalui undian tersebut.
Bagi keluarga dengan penghasilan suami sebagai karyawan biasa, menabung untuk umroh terasa seperti mendaki gunung yang puncaknya tertutup kabut. Namun, Siti tidak menyerah pada realita. Ia memilih untuk tetap ikhlas, sabar, dan terus bekerja keras demi membantu suami mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Jalur Langit Melalui Dedikasi di Sekolah Prestasi Global
Tuhan memiliki cara yang jauh lebih indah daripada sekadar undian iklan kopi. Kesabaran Siti dalam mencari nafkah yang halal dan dedikasinya yang luar biasa akhirnya membuahkan hasil di tempat ia mengabdi.
Siti bekerja di Sekolah Prestasi Global-Depok. Di sana, ia dikenal bukan hanya sebagai pekerja yang cekatan, tetapi juga sosok yang penuh integritas. Tanpa ia sangka, ketulusannya bekerja selama ini diamati oleh pimpinan.
Kejutan itu datang bak oase di padang pasir. Bukan dari undian bungkus kopi yang ia kumpulkan, melainkan melalui Reward Umroh yang diberikan langsung oleh pihak sekolah atas dedikasi dan loyalitasnya.
Rasa Syukur yang Tak Terhingga
Tangis haru pecah saat Siti menerima kabar bahwa ia akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Mimpi yang selama ini ia upayakan lewat bungkus kopi, justru dijawab Tuhan lewat pintu profesionalisme dan kasih sayang dari pimpinannya.
“Terima kasih yang tak terhingga untuk Ketua Yayasan, Endah Nurcahyati dan Direktur Sekolah Prestasi Global, Ahmad Faisal dan Kepala Sekolah , Mustopa yang telah memberi jalan untuk aku menuju Baitullah. Kalian adalah perpanjangan tangan Tuhan yang mewujudkan mimpi yang sempat terasa mustahil bagi saya,” ucap Siti dengan mata berkaca-kaca.
Doa untuk Masa Depan
Siti bersiap berangkat menuju Baitullah dengan membawa serta doa-doa untuk ketiga putranya agar menjadi anak yang saleh, serta doa untuk suaminya agar selalu dilimpahi keberkahan.
Semoga perjalanan ini menjadi awal dari keberkahan yang lebih besar bagi keluarga, dan semoga Sekolah Prestasi Global terus jaya serta menjadi ladang amal bagi banyak orang. Kisah Siti mengajarkan kita satu hal: Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil, dan keikhlasan akan selalu menemukan jalannya menuju pintu langit.













