Milenianews.com, Jakarta – Langit di kawasan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, perlahan berubah warna ketika waktu subuh tiba. Cahaya pertama hari itu jatuh di atas bangunan megah yang berdiri tenang dari Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN). Bangunan ini bukan sekadar struktur beton dan kubah, melainkan simbol harapan baru, tempat doa-doa akan segera bergelombang untuk pertama kalinya di bulan suci Ramadhan tahun ini.
Untuk pertama kalinya sejak pembangunannya dimulai, masjid ini dipastikan siap digunakan sebagai tempat salat tarawih Ramadhan 1447 Hijriah. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Agama RI, R. Muhammad Syafi’i, setelah meninjau kesiapan masjid tersebut.
“Kami bersyukur hari ini dapat bekerja dan melakukan peninjauan ini. Peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan kesiapan masjid, khususnya menjelang rencana pelaksanaan salat tarawih pada awal Ramadhan di kawasan IKN,” ujar Syafi’i, dilansir dari detik.com, Jumat (20/2).
Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Tapi menjadi momen penting untuk memastikan bahwa masjid yang kelak menjadi pusat spiritual ibu kota baru benar-benar siap menyambut jemaah.
Baca juga: Rahasia Puasa dalam Menghajar Lemak Perut yang Bikin Risiko Jantung Naik
Ruang Ibadah yang Tumbuh Bersama Sebuah Kota
Masjid Negara IKN berdiri sebagai bagian dari lanskap baru Nusantara di kota yang masih membangun identitasnya, bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang hidup yang lengkap, termasuk ruang untuk beribadah dan menemukan ketenangan batin.
Pada tahap awal, masjid ini dirancang mampu menampung sekitar 29.000 jemaah. Namun ke depan, kapasitasnya akan berkembang hingga sekitar 60.000 jemaah, menjadikannya salah satu masjid terbesar di Indonesia.
Di dalamnya, ruang salat luas terbentang, dilengkapi fasilitas modern, area edukasi, serta ruang-ruang pendukung lain yang dirancang untuk melayani kebutuhan umat. Sementara di luar, plaza, dan area komersial dipersiapkan untuk menghidupkan kembali suasana Ramadhan sebagai tempat orang-orang yang tidak hanya datang untuk beribadah, tapi juga untuk berkumpul, berbagi, dan merasakan kebersamaan.
Masjid ini bukan hanya bangunan tapi sebagai jantung spiritual yang mulai berdetak bersama denyut kota yang baru lahir.
Tarawih Perdana, Penanda Awal Sebuah Perjalanan
Ramadhan tahun ini akan menjadi momen bersejarah bagi Masjid Negara IKN. Menteri Agama Nasaruddin Umar diundang memimpin salat tarawih sekaligus memberikan tausiyah pada hari kedua Ramadhan, sebagai bagian dari penguatan syiar dan kebersamaan umat.
Bagi masyarakat yang tinggal dan bekerja di kawasan IKN, kehadiran masjid ini menghadirkan rasa pulang yang baru. Sebuah tempat untuk menenangkan diri setelah hari-hari panjang membangun kota, tempat suara doa menggantikan riuh suara konstruksi.
Masjid ini menjadi saksi bahwa sebuah kota tidak hanya dibangun dengan jalan, gedung, dan infrastruktur, tetapi juga dengan ruang-ruang yang sunyi tempat manusia berbicara kepada Tuhannya.
Baca juga: Masjid di Tokyo dan Amsterdam, Ruang Tenang bagi Muslim Minoritas
Masjid IKN Lebih dari Sekadar Bangunan
Masjid Negara IKN bukan hanya tentang kapasitas puluhan ribu jemaah atau desain arsitektur yang megah. Ia adalah simbol bahwa di tengah perubahan, manusia tetap membutuhkan ruang untuk kembali kepada doa, kepada harapan, dan kepada makna yang lebih dalam.
Ketika azan pertama Ramadhan menggema di antara bangunan-bangunan baru Nusantara, suara itu akan membawa pesan sederhana, bahwa di kota yang baru lahir, spiritualitas tetap menjadi fondasi yang tak tergantikan. Di sanalah, di bawah kubah yang baru berdiri, ribuan doa akan mulai menemukan rumahnya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













