News  

APF Canada Gelar Canada-in-Asia Conference 2026, Perkuat Kerja Sama Kanada–Asia di Sektor Energi, Pangan, dan Infrastruktur

Canada-in-Asia Conference 2026

Milenianews.com, Singapura – The Asia Pacific Foundation of Canada (APF Canada) sukses menggelar Canada-in-Asia Conference 2026 (CIAC 2026) di Singapura pada 12 Februari 2026. Konferensi ini menghadirkan lebih dari 700 pemangku kebijakan, pemimpin bisnis, investor, dan pakar dari Kanada serta kawasan Asia Pasifik.

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan transisi ekonomi global, konferensi ini menyoroti tiga pilar utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan infrastruktur. Melalui forum ini, Kanada dan negara-negara Asia memperkuat dialog sekaligus mendorong kolaborasi konkret lintas sektor.

Fokus Ketahanan Pangan, Energi, dan Infrastruktur

Presiden dan CEO APF Canada, Jeff Nankivell, menegaskan pentingnya kemitraan jangka panjang yang dibangun di atas kepercayaan.

“CIAC 2026 membuka ruang untuk melangkah dari dialog menuju kolaborasi nyata yang memberi manfaat bersama bagi Kanada dan mitra kami di Asia,” ujarnya.

Melalui pidato utama dan panel sektoral, para pembicara membahas bagaimana keahlian Kanada di bidang energi bersih, agrifood, pengelolaan sumber daya, serta infrastruktur dapat melengkapi pertumbuhan pasar Asia.

Selain itu, sesi tingkat tinggi juga membahas fragmentasi ekonomi global dan dampaknya terhadap investasi serta rantai pasok. Para panelis menekankan pentingnya stabilitas regulasi dan kemitraan yang lebih beragam untuk menghadapi dinamika Indo-Pasifik.

Soroti Hubungan Strategis dengan Indonesia, India, dan China

CIAC 2026 juga menghadirkan sesi khusus yang membahas hubungan Kanada dengan India, China, dan Indonesia. Ketiga negara ini dinilai memiliki peran strategis dalam kawasan Indo-Pasifik.

Dalam sesi Kanada–Indonesia, para panelis menyoroti peluang kolaborasi di sektor agrifood, energi bersih, critical minerals, dan pembangunan infrastruktur. Indonesia dipandang sebagai pusat manufaktur dan sumber daya penting di kawasan.

Sementara itu, Vice-President Research & Strategy APF Canada, Vina Nadjibulla, menekankan bahwa hubungan Kanada–India harus bergerak melampaui pendekatan transaksional.

“Kolaborasi berkelanjutan di sektor prioritas seperti investasi, alih teknologi, dan pengembangan keterampilan akan menciptakan nilai jangka panjang bagi kedua ekonomi,” jelasnya.

Baca juga: Kanada-Indonesia Perkuat Kerja Sama Agrifood

Komitmen Investasi dan Kolaborasi Berkelanjutan

Canada-in-Asia Conference 2026

Momentum konferensi juga ditandai dengan sejumlah pengumuman kerja sama strategis. Salah satunya, penandatanganan pinjaman sebesar USD 30 juta dari FinDev Canada kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Investasi ini menjadi komitmen pertama FinDev Canada di Indonesia.

Pendanaan tersebut akan memperluas akses pembiayaan proyek energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan. Selain itu, langkah ini mendukung mitigasi perubahan iklim serta pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Di sisi lain, APF Canada juga memfasilitasi kemitraan komersial antara TradeWorks Environmental Inc. dan perusahaan Singapura, GoCircular, dalam sektor teknologi bersih.

Asia Regional Director APF Canada, Barrett Bingley, menegaskan bahwa CIAC 2026 bukan sekadar forum tahunan.

“Relasi dan gagasan yang dibangun di Singapura akan berlanjut melalui kemitraan konkret di seluruh kawasan,” ujarnya.

Melalui CIAC 2026, APF Canada mempertegas komitmennya untuk memperkuat hubungan ekonomi, investasi, dan inovasi antara Kanada dan Asia. Konferensi ini sekaligus menjadi platform strategis untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan kolaborasi jangka panjang di kawasan Indo-Pasifik.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *