News  

Risiko Hujan Tinggi, Dinkes Jakarta Waspadai ISPA dan Pneumonia

Risiko Hujan Tinggi, Dinkes Jakarta Waspadai ISPA dan Pneumonia

Milenianews.com, Jakarta – Udara terasa lebih lembap, langit lebih sering kelabu di kota Jakarta. Bagi sebagian orang, musim ini menghadirkan kesejukan. Namun di balik udara yang basah, ada ancaman yang tak kasat mata seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melalui kanal JakSehat mengingatkan masyarakat bahwa cuaca hujan yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit pernapasan. Udara lembap menjadi lingkungan ideal bagi mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan jamur untuk berkembang biak lebih cepat.

Dibalik rintik hujan yang turun tanpa jeda, ancaman itu bekerja dalam diam. ISPA muncul ketika mikroorganisme seperti virus dan bakteri menyerang saluran pernapasan. Pada sebagian orang, penyakit ini mungkin terasa ringan. Namun dalam kondisi tertentu, terutama jika tidak ditangani dengan baik, ISPA dapat berkembang menjadi pneumonia, infeksi yang lebih serius dan berisiko. Anak-anak balita, para lansia, serta mereka yang memiliki penyakit kronis menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi dampaknya.

Baca juga: Hujan Tak Kunjung Reda, Pemprov DKI Berlakukan WFH dan PJJ hingga 28 Januari

Lingkungan turut mengambil peran. Permukiman yang padat, sirkulasi udara yang kurang baik, hingga kondisi pascabanjir menciptakan ruang bagi mikroorganisme untuk bertahan dan menyebar lebih cepat. Musim hujan memperumit keadaan. Udara yang lembap membantu virus dan bakteri berkembang biak, sementara tubuh yang daya tahannya menurun menjadi lebih mudah terpapar.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan bahwa kelompok rentan memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, infeksi yang awalnya tampak ringan dapat berubah menjadi kondisi yang lebih serius. Ruang-ruang tertutup dengan ventilasi buruk pun menjadi tempat yang memungkinkan penularan berlangsung lebih mudah.

Karena itu, peringatan ini tidak sekadar menjadi pengumuman rutin musim hujan. Ia adalah ajakan untuk lebih waspada. Di tengah intensitas hujan yang masih tinggi, masyarakat Jakarta perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini dan menyadari bahwa di balik udara yang basah, menjaga kesehatan adalah langkah yang tidak dapat ditunda lagi.

Baca juga: Di Bawah Langit Kelabu, Warga di Jakarta Diminta Waspada Cuaca

Di tengah udara yang lembap dan hujan yang tak henti-hentinya menyapa, setiap keluarga perlu membangun pagar pertama dengan pencegahan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan bahwa perlindungan tidak selalu harus rumit.

Kita bisa memulainya dari kebiasaan-kebiasaan sederhana, membiasakan tangan selalu bersih dengan sabun, mengenakan masker saat tubuh sedang prima atau ketika berada di tengah kepadatan, serta menutup mulut dan hidung dengan benar setiap kali batuk.

Di meja makan, pilihan gizi seimbang menjadi penguat daya tahan tubuh, sementara waktu istirahat yang cukup membantu tubuh memulihkan diri dari paparan cuaca yang tak menentu. Bahkan membuka jendela agar sirkulasi udara tetap berjalan menjadi langkah kecil yang berarti, mencegah ruangan terlalu lembap dan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme. Dari rutinitas yang tampak sepele itu, tersimpan upaya besar untuk menjaga kesehatan agar musim hujan tidak berubah menjadi musim sakit bagi keluarga.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *