Jangan Lakukan Ini di Luar Negeri: Hal Tak Terduga yang Bisa Membuatmu Didenda (Atau Lebih Buruk)

libuaran diluar negeri

Milenianews.com – Di beberapa tempat, menyeberang jalan saat lampu merah bukan hanya dianggap salah — itu bisa berujung denda. Wisatawan di seluruh dunia sering terkejut (atau bahkan ditahan) karena hal-hal yang mereka anggap sepele: mengunyah permen karet, memberi makan merpati, atau membawa vape.

Mengetahui hukum lokal dan tabu budaya bukan sekadar tentang bersikap sopan — tapi bisa menyelamatkanmu dari pengeluaran besar, atau lebih buruk, konfrontasi dengan pihak berwenang.

Panduan ini bukan untuk menakut-nakuti. Ini adalah daftar cek bagi wisatawan cerdas — pengetahuan praktis yang membuatmu lebih siap menghadapi bea cukai atau menghindari denda karena tidak membaca peringatan. (Dan saat menentukan tempat menginap, platform seperti O Hotel membantu memfilter hotel di destinasi dengan aturan ketat — tidak ada kejutan saat check-in.)

Baca juga: Panggung Semarang Menyambut Cumlaude Perhotelan yang Juga Pebisnis Donat Online

Mari kita lihat apa yang tidak boleh dilakukan — dan di mana.

Kebiasaan Perjalanan yang Bisa Membuatmu Didenda

1. Vaping di Thailand

Thailand melarang rokok elektrik sejak 2014. Wisatawan pernah ditangkap atau didenda karena menggunakannya di tempat umum, atau bahkan hanya membawa melalui bandara. Petugas bea cukai bisa menyita alatmu, atau lebih buruk, menuduhmu impor ilegal.

2. Memberi makan merpati di Venesia

Terdengar menyenangkan — tapi resmi dilarang. Memberi makan burung di Piazza San Marco bisa dikenai denda sekitar €100. Tujuannya adalah mengurangi kotoran dan melindungi bangunan bersejarah.

3. Menyeberang jalan saat lampu merah di Finlandia

Bahkan jika tidak ada mobil di sekitar, jaywalking bisa didenda di kota seperti Helsinki. Besaran denda dihitung berdasarkan penghasilan — bisa sangat tinggi.

4. Tindakan mesra di depan umum di UAE

Berkecupan, berpelukan, atau bergandengan tangan di tempat umum bisa dianggap tidak senonoh di Uni Emirat Arab. Terutama di luar zona wisata, perilaku ini bisa berujung peringatan atau denda.

5. Bernyanyi atau menari di tempat umum di Arab Saudi

Meskipun hukum sedikit longgar, pertunjukan spontan di tempat umum masih sangat dibatasi. Kamu bisa dihentikan polisi atau didenda karena “mengganggu ketertiban umum.”

6. Mengambil kerang dari pantai di Filipina

Beberapa kerang dan koral dilindungi undang-undang konservasi. Mencoba membawanya sebagai oleh-oleh bisa berakibat denda atau masalah bea cukai saat keberangkatan.

Tindakan kecil lainnya yang bisa didenda:

  • Mengenakan bikini di luar pantai di Sri Lanka
  • Duduk di tangga gereja di Roma
  • Merokok di taman umum di Singapura
  • Makan di metro di Washington, DC

Barang Sehari-hari yang Bisa Membuatmu Ditahan

Obat-obatan

Beberapa negara memiliki hukum ketat terkait impor obat. Bahkan resep umum (seperti Adderall, antidepresan, atau obat tidur) bisa dilarang kecuali dideklarasikan dan disetujui.

  • Jepang: Adderall dilarang, bahkan dengan resep
  • UAE: Batasan ketat untuk obat terkendali; butuh persetujuan sebelumnya
  • Indonesia: Bawa hanya yang diperlukan dan selalu simpan kemasan asli serta dokumen

Rokok elektrik, CBD, dan vape

Dilarang di Thailand dan dibatasi di negara seperti India, Qatar, dan Singapura. Bahkan jika legal di negaramu, jangan anggap bisa dibawa atau digunakan di luar negeri.

Simbol atau buku agama

  • Arab Saudi: Bisa membawa Alkitab untuk penggunaan pribadi, tapi bukan untuk dibagikan
  • Thailand & Myanmar: Jangan membawa patung Buddha besar kecuali terdaftar — bisa dianggap tidak sopan atau ekspor ilegal

Drone

Dibatasi atau dilarang di:

  • Maroko: Larangan total, drone akan disita di bea cukai
  • Mesir: Butuh izin dari Kementerian Pertahanan
  • India: Butuh izin dan registrasi; banyak wisatawan tidak menyadari

Tindakan Tampak Sepele yang Bisa Menjadi Pelanggaran Budaya

  1. Memotret gedung pemerintah atau militer
    Ilegal di negara seperti Mesir, Vietnam, dan UAE. Kamu bisa diminta menghapus foto atau diperiksa keamanan.
  2. Memakai sepatu di dalam kuil
    Umum di Asia Tenggara. Selalu lepaskan sepatu saat memasuki kuil atau rumah orang lain. Mengabaikannya dianggap sangat tidak sopan.
  3. Menggunakan tangan kiri
    Di beberapa bagian India, Indonesia, dan banyak negara Timur Tengah, tangan kiri dianggap kotor. Hindari memberikan uang, makanan, atau bersalaman dengan tangan kiri.
  4. Ekspresi LGBTQ+ di negara konservatif
    Sekadar pin pelangi bisa menimbulkan masalah di Arab Saudi, Iran, atau Uganda. Di negara-negara ini, ekspresi publik, aksesori, atau aktivisme bisa dianggap ilegal.
  5. Menyentuh kepala seseorang
    Di Thailand dan sebagian Asia Tenggara, kepala dianggap suci. Jangan menepuk kepala anak atau mengacak rambut — ini dianggap menyinggung, bukan kasih sayang.

Tips Wisatawan Cerdas (Agar Tidak Bermasalah)

  • Cek situs kedutaan tujuan untuk aturan bea cukai dan masuk
  • Jangan mengira sesuatu diperbolehkan berdasarkan aturan di negara sendiri
  • Jangan membawa obat resep berlebih “untuk berjaga-jaga” — bawa hanya yang terdokumentasi
  • Saat ragu, tanya staf hotel atau tuan rumah tentang norma lokal
  • Jangan memotret atau merekam warga lokal berseragam atau di tempat ibadah tanpa izin

Baca juga: Mengapa Perjalanan Terasa Berbeda dari 10 Tahun Lalu

Didenda di luar negeri bukan selalu karena melakukan hal “gila” — sering karena melakukan hal yang tidak kamu tahu salah. Sedikit riset sangat membantu. Baik ke Asia Tenggara, Timur Tengah, atau Eropa, aturan tidak selalu terpampang — tapi itu bukan berarti bebas.

Pelajari sebelum pergi, kemas dengan sadar, dan perhatikan konteks. Bukan hanya untuk menghindari denda — tapi juga untuk bergerak di dunia orang lain dengan rasa ingin tahu, hormat, dan akal sehat.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *