Grebeg Sadranan Ruwahan di Dukuh Genting Cepogo, Tradisi Leluhur Jelang Ramadhan 2026

Grebeg Sadranan Ruwahan di Dukuh Genting Cepogo, Tradisi Leluhur yang Pererat Silaturahmi Jelang Ramadhan 2026
Kegiatan Sadranan Ruwahan di Desa Genting, Cepogo, Boyolali. Rabu (4/2/2026)

Milenianews.com, Boyolali – Masyarakat Dukuh Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, menggelar tradisi Grebeg Sadranan Ruwahan pada Rabu-Kamis, 4-5 Februari 2026 sebagai bagian dari kegiatan adat menjelang bulan suci Ramadan.

Gebreg Sadranan merupakan salah satu warisan budaya dari masyarakat Jawa, termasuk di wilayah Boyolali yang dilaksanakan sebagai wujud penghormatan terhadap nenek moyang serta untuk memperkuat ikatan sosial di antara warga.

Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus sarana mempererat kebersamaan antar warga.

Baca juga: Harmoni Digital dan Tradisi: Kala Siswa Prestasi Global-Depok Menghidupkan Jiwa Betawi di Panggung Budaya

Pelaksanaan Grebeg Sadranan Ruwahan melibatkan seluruh unsur masyarakat Dukuh Genting, mulai dari tokoh masyarakat hingga warga setempat. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga.

Salah satu warga Dukuh Genting, Daniel, menyampaikan bahwa Sadranan merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan menjelang bulan Ramadan.

“Sadranan atau Nyadran ini sudah turun-temurun. Tradisi ini dilaksanakan sebelum bulan Ramadan datang. Dari Sadranan ini bisa mempererat silaturahmi. Malah lebih rame saat sadranan dari pada waktu lebaran,” ujarnya kepada Milenianews.com, pada Rabu (4/2).

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi Sadranan juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat hubungan sosial serta menjaga warisan budaya lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Baca juga: Dannok: Kota Perbatasan Thailand yang Hidup di Antara Dua Budaya

Tradisi ini masih dijalankan hingga saat ini. Tidak hanya melibatkan saudara atau keluarga, tetapi juga mengundang teman-teman serta kerabat lainnya. Selain sebagai penghormatan kepada nenek moyang, tradisi Sadranan juga dianggap sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan antar warga.

Masyarakat saling memberikan makanan dan berhubungan satu sama lain, memperkuat keterikatan sosial di antara mereka. Tradisi Sadranan merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Boyolali.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *