Milenianews.com, Jakarta – Sampoerna Academy kembali menegaskan komitmennya sebagai pionir pendidikan berbasis STEAM di Indonesia dengan menggelar STEAM Expo 2026 bertema “Inventing Tomorrow”. Kegiatan tahunan ini berlangsung serentak di seluruh kampus Sampoerna Academy, yakni L’Avenue, BSD, Sentul, Medan, dan Surabaya, pada awal Februari 2026.
Melalui STEAM Expo 2026, Sampoerna Academy menghadirkan ruang bagi siswa untuk menampilkan ide dan solusi atas berbagai persoalan nyata. Tahun ini, siswa memamerkan lebih dari 700 proyek inovatif yang lahir dari proses belajar berbasis eksplorasi dan kolaborasi. Selain itu, Sampoerna Academy menggandeng Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) sebagai mitra dan juri untuk memperkuat pendekatan ilmiah dan riset.
School Director Sampoerna Academy, Mustafa Guvercin, menegaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan peran siswa sebagai agen perubahan masa depan.
“Melalui STEAM Expo, siswa belajar memecahkan masalah nyata secara terintegrasi. Karena itu, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga membangun pola pikir solutif,” ujar Mustafa.
707 Proyek STEAM Dorong Siswa Jadi Pemecah Masalah
Pada STEAM Expo 2026, siswa menampilkan 707 proyek STEAM dari seluruh kampus. Secara rinci, Sampoerna Academy Sentul menghadirkan 73 proyek, BSD 129 proyek, L’Avenue 171 proyek, Surabaya 151 proyek, dan Medan 183 proyek. Seluruh karya tersebut mencerminkan pembelajaran berbasis proyek yang menekankan kreativitas dan keberlanjutan.
Baca juga: Sampoerna Buka Peluang Kerja Sama Beasiswa dengan Pemda
Salah satu proyek unggulan datang dari Sampoerna Academy Sentul. Siswa Grade 5 memperkenalkan Earthquake Detector, alat pendeteksi gempa berbasis sensor getaran. Alat ini memberi peringatan dini melalui alarm dengan tingkat bunyi berbeda sesuai skala gempa.
Sementara itu, siswa Sampoerna Academy BSD menampilkan proyek From Waste to Light. Proyek ini mengolah air sungai kotor menjadi sumber listrik sekaligus air bersih bagi masyarakat desa. Karena itu, proyek ini dinilai relevan dengan isu lingkungan dan energi berkelanjutan.
Selain itu, siswa Grade 6 dari Sampoerna Academy L’Avenue memperkenalkan Search and Rescue Truck. Kendaraan ini membantu pencarian korban bencana dan memanfaatkan bahan daur ulang.
“Kami membuat proyek ini untuk membantu pencarian korban bencana alam di daerah sulit dijangkau,” ujar El Barack Alexander, salah satu pengembang proyek.
Kolaborasi ALMI Perkuat Literasi Riset Sejak Dini
Tidak hanya memamerkan karya, STEAM Expo 2026 juga membuka ruang dialog antara siswa dan komunitas ilmuwan. Perwakilan ALMI sekaligus juri, Rizky A. A. Syamsunarno, menilai kolaborasi ini penting untuk membangun karakter ilmuwan muda yang beretika.
“Melalui kolaborasi ini, siswa mengenal dunia riset sejak dini. Selain itu, mereka belajar melihat sains sebagai alat untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Selanjutnya, Sampoerna Academy akan menggelar STEAM Competition 2026 pada 7 Maret 2026 di Sampoerna Academy L’Avenue, Jakarta. Ajang ini terbuka bagi siswa dari berbagai sekolah di Indonesia.
Mustafa berharap rangkaian kegiatan ini mampu membentuk generasi muda yang adaptif dan berani berinovasi.
“Melalui karya-karya ini, kami yakin siswa akan melihat tantangan sebagai peluang untuk menciptakan solusi nyata bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













