Milenianews.com, Jakarta– Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjajaki peluang investasi dan kolaborasi strategis dengan Buzz AR dan Buzz Pay (Singapura) untuk memperluas portofolio investasi pada sektor teknologi keuangan (fintech) yang inovatif, produktif, dan sesuai prinsip syariah. Pertemuan yang digelar pada akhir September 2025 itu menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem layanan haji dan umrah melalui pemanfaatan teknologi digital yang lebih terintegrasi dan efisien.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Anggota Dewan Pengawas (Dewas) BPKH, yaitu H.M. Dawud Arif Khan, Mulyadi, dan Heru Muara Sidik. Turut hadir pula Anggota Badan Pelaksana BPKH, Indra Gunawan dan Harry Alexander.
Anggota Dewas BPKH H.M. Dawud Arif Khan menyampaikan bahwa penjajakan ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) serta tata kelola yang kuat, mengingat dana haji merupakan amanah umat yang harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.
“BPKH terbuka terhadap inovasi, termasuk di sektor fintech, namun seluruh peluang investasi harus melalui kajian mendalam, terukur risikonya, dan sesuai dengan prinsip syariah serta regulasi yang berlaku,” ujar Dawud dalam rilis yanf diterima Milenianews.com, pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Buzz AR dan Buzz Pay memaparkan model bisnis, inovasi teknologi, serta potensi kerja sama yang dapat dikembangkan. Diskusi juga mencakup aspek manajemen risiko, kepatuhan regulasi, dan peluang sinergi dalam mendukung ekosistem keuangan digital yang berkelanjutan.
BPKH menegaskan bahwa penjajakan ini belum merupakan keputusan investasi, melainkan bagian dari proses awal untuk menggali informasi dan melakukan kajian komprehensif sebelum menentukan langkah strategis selanjutnya.
“BPKH terus menjajaki peluang investasi yang prudent dan berorientasi pada nilai manfaat. Kolaborasi di sektor teknologi keuangan menjadi salah satu peluang strategis untuk mendorong inovasi layanan serta memperkuat ekosistem haji dan umrah,” ujar H.M. Dawud Arif Khan.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen BPKH dalam memastikan setiap inisiatif investasi selaras dengan mandat pengelolaan keuangan haji yang aman, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi jamaah.
Dalam pertemuan ini, BPKH bersama Buzz AR dan Buzz Pay membahas beberapa peluang pengembangan kolaborasi, antara lain pemanfaatan solusi pembayaran digital yang aman dan efisien untuk kebutuhan layanan jamaah. Selain itu, turut dieksplorasi penguatan ekosistem transaksi lintas negara, termasuk potensi integrasi pembayaran yang lebih mudah bagi jamaah di luar negeri, inovasi teknologi untuk efisiensi layanan, transparansi transaksi, serta peningkatan pengalaman jamaah.
BPKH memandang sektor fintech sebagai bidang yang memiliki potensi besar untuk mendorong efektivitas layanan dan penguatan sistem pembayaran yang lebih modern, terutama di tengah perkembangan digitalisasi layanan publik dan keuangan syariah. Penjajakan investasi dilakukan melalui kajian menyeluruh, mencakup penilaian risiko, kepatuhan syariah, aspek legal, serta potensi kontribusinya terhadap peningkatan nilai manfaat bagi jamaah.










