Event, News  

FESTIVIS Bawa Konsep Teater Forum Sebagai Ruang Percakapan Kolektif Demokrasi di Indonesia 

FESTIVIS

Milenianews.com, Jakarta – Indonesia Civil Society Forum (ICSF) 2025 tahun ini punya kejutan besar buat para penggerak muda. Untuk pertama kalinya, mereka menggelar FESTIVIS atau Festival Aktivis Muda dalam Gerakan Sosial Indonesia, sebuah ruang yang dikemas khusus buat anak muda yang ingin berkoneksi, berekspresi, dan ngomongin masa depan gerakan masyarakat sipil dengan cara yang lebih segar.

Acara yang digagas Pamflet Generasi ini menghadirkan lima pegiat sosial muda sebagai aktor sekaligus pemantik diskusi, dan melibatkan 100 anak muda sebagai audiens yang nggak cuma duduk manis, tapi ikut terjun sebagai spect-actor. FESTIVIS sendiri jadi bagian dari rangkaian ICSF 2025 yang tahun ini mengusung tema cukup nendang: “Membela Demokrasi, Menuntut Keadilan: Menaut Gerakan Masyarakat Sipil.”

Baca juga: Pertunjukan Teater Bhavana di HUT ke-60 Bungo Dipotong, Isyaratkan Minimnya Apresiasi Pejabat Publik 

Dalam konferensi pers pada Sabtu (29/11) di Jakarta, Teliana Juwita dari Divisi Youth Movement Pamflet Generasi menjelaskan kenapa acara ini penting banget buat kondisi hari ini. “Di tengah dinamika gerakan sipil saat ini, khususnya di kalangan orang muda, terdapat kebutuhan mendesak bagi organisasi masyarakat sipil untuk terus beradaptasi dan meregenerasi diri. Acara ini hadir sebagai upaya merespon tantangan tersebut dengan memantik percakapan kolektif. Khususnya tentang posisi dan peran strategis orang muda dalam gerakan sosial Indonesia kontemporer,” ujar Teli.

Teater forum membuka ruang intervensi anak muda

Yang bikin FESTIVIS beda dari forum-forum lain adalah konsep teater forum ala Augusto Boal. Di sini, penonton bisa naik ke panggung, menggantikan tokoh, bahkan mengubah alur adegan. Interaksinya nyata, intens, dan mendorong anak muda untuk mencoba bernegosiasi dengan situasi sosial secara langsung. Jadi bukan sekadar nonton, tapi ikut main, ikut mikir, dan ikut menantang ulang cerita yang sedang dibawakan.

Selain teater, FESTIVIS juga menghadirkan galeri seni yang memuat dua instalasi dan sebuah bilik foto. Instalasi utamanya berupa empat tirai besar berisi pertanyaan reflektif tentang pengalaman sebagai masyarakat sipil. Karya itu difasilitasi oleh kolektif seni Girls Pay The Bills (GBTB) dan jadi salah satu spot paling ramai karena memberi ruang buat para peserta untuk berhenti sejenak, menatap diri, dan merefleksikan posisi mereka dalam gerakan sosial hari ini.

Baca juga: Teater Koma Pentaskan Lakon Fantasi Futuristik “Mencari Semar” di Jakarta

Teli menutup penjelasannya dengan harapan besar. “Kami berharap agar orang muda Indonesia melihat acara ini sebagai kesempatan untuk berkoneksi dan membangun solidaritas berkelanjutan. Serta juga merawat imajinasi kolektif tentang kehidupan sosial yang lebih baik,” pungkasnya.

Dengan format yang kreatif dan partisipatif seperti ini, FESTIVIS bukan cuma acara festival, tapi ruang latihan bersama. Ruang di mana anak muda bisa bereksperimen, menyusun strategi, dan membangun solidaritas lintas latar belakang hal yang makin krusial di tengah tantangan demokrasi Indonesia. FESTIVIS membuka panggung, dan generasi muda punya kesempatan penuh untuk mengambil perannya.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *