IGI Kota Bogor Dukung Pengembangan Sumber Belajar Inklusif di Nias Selatan

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bogor turut ambil bagian dalam kegiatan Lokakarya Pengembangan Sumber Belajar Literasi Numerasi PAUD dan SD yang responsif GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), ramah anak, serta mengintegrasikan isu perubahan iklim, bertempat di Hotel Keitaro, Teluk Dalam – Nias Selatan, 2-3 Oktober 2025. (Foto: Dok IGI Bogor)

Milenianews.com, Nias Selatan– Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bogor turut ambil bagian dalam kegiatan Lokakarya Pengembangan Sumber Belajar Literasi Numerasi PAUD dan SD yang responsif GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), ramah anak, serta mengintegrasikan isu perubahan iklim.

Lokakarya ini merupakan hasil kerja sama Save The Children Indonesia dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, PP IGI, dan IGI KREASI Nias Selatan sebagai pelaksana lapangan. Acara berlangsung pada 2–3 Oktober 2025 di Hotel Keitaro, Teluk Dalam – Nias Selatan, dengan peserta para guru, kepala sekolah, dan pengawas.

Peran IGI Kota Bogor

Keterlibatan IGI Kota Bogor ditandai dengan hadirnya Riksa Suci Imaniah, narasumber transisi PAUD-SD dan pengajar pembelajaran mendalam, yang juga merupakan pengurus IGI Kota Bogor. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penyusunan sumber belajar yang responsif GEDSI dan berorientasi pada isu perubahan iklim, khususnya untuk jenjang PAUD.
Baca Juga : IGI Kota Bogor Sambut Anggota Baru, Angkat Tema AI dan Growth Mindset

“Guru perlu menyusun sumber belajar yang tidak hanya mendukung literasi dan numerasi, tetapi juga mampu menanamkan nilai kesetaraan, menghargai keberagaman, serta menguatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujarnya dalam sesi materi.

Melalui kontribusi tersebut, IGI Kota Bogor menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas guru di wilayah Bogor, tetapi juga ikut berperan dalam skala nasional, mendukung pengembangan pendidikan inklusif di daerah lain seperti Nias Selatan.

Kegiatan dan Harapan

Selain pemaparan materi, peserta lokakarya juga dilatih menyusun desain sumber belajar sesuai tema, mempresentasikannya, serta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) agar dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Ketua IGI Kota Bogor, Siti Amalia, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada pengurus IGI Kota Bogor untuk terlibat langsung. “Ini adalah bentuk kontribusi nyata IGI Kota Bogor dalam memperkuat peran guru secara nasional, sekaligus memperluas dampak positif program literasi, numerasi, dan pendidikan inklusif,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, IGI Kota Bogor berharap hasil lokakarya dapat menjadi model pengembangan sumber belajar yang tidak hanya meningkatkan kualitas literasi dan numerasi, tetapi juga mendukung kesetaraan gender, disabilitas, inklusi sosial, serta adaptasi terhadap isu perubahan iklim dengan tetap mengangkat kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *