Milenianews.com, Brussels – Kunjungan Perdana Menteri Belgia, Sophie Wilmes ke rumah sakit Saint-Pierre di Brussels, disambut dingin oleh semua staf rumah sakit disana. Wilmes pada Sabtu kemarin, mendatangi beberapa RS untuk menunjukkan dukungannya bagi semua tenaga medis.
Baca Juga : Peneliti Virus Corona Asal China yang Tewas di Amerika, bukan karena Corona
Namun para petugas medis membalik punggung mereka, saat Wilmes dan rombongan masuk ke halaman RS. Aksi tersebut sebagai simbolis menanggapi dekrit kerajaan yang diberi sambutan dengan tidak bersahabat.
“Sekitar seratus staf, yang terdiri dari perawat, dokter, asisten logistik, staf kebersihan, staf administrasi, petugas pemadam kebakaran ikut dalam aksi ini,” menurut laporan CGSP, Minggu (17/5).
L'image du jour. Haie de déshonneur du personnel soignant lors de la visite de la première ministre #wilmes à l'hôpital Saint-Pierre à #Bruxelles. #PrenonsSoinDesAutres pic.twitter.com/zMjuRcQpXv
— Jean-Louis Hanff 🇪🇺 🧡 (@hanff_jl) May 16, 2020
Pihak Kerajaan tidak menanggapi permintaan para staf medis yang meminta personil lebih untuk menangani Covid-19 di negaranya. Hal itu membuat mereka menuntut revalusi profesi selama beberapa bulan.
Baca Juga : RAISA, Robot Medis yang Tangani Pasien Covid-19
“Semua orang menyadari kondisi buruk staf rumah sakit, yang telah hadir sebelum krisis dan yang telah meningkat dengan kesulitan,” kata Wilmes, dikutup La Libre.
“Saya tidak dapat membayangkan bahwa periode pasca-krisis akan berkurang menjadi seperti sebelumnya. Diperlukan untuk menyusun penilaian kembali profesi keperawatan. Ini merupakan kepastian.” (Ikok)







