Milenianews.com, Jakarta – Perkiraan usia bumi sekitar 4,5 miliar tahun. Selama ribuan tahun, Bumi telah mengalami perubahan besar yang kadang-kadang merusak. Seiring waktu, kondisi bumi semakin memburuk. Ada kebakaran besar dan es yang menutup sebagian wilayah. Bahkan, beberapa kali terjadi kepunahan massal yang menghilangkan banyak makhluk hidup dari permukaannya.
Walaupun Bumi memiliki kemampuan untuk pulih dari kerusakan, prosesnya lambat. Namun, manusia juga turut berkontribusi pada kerusakan dengan mencemari udara dan air, menghasilkan limbah plastik yang tersebar di darat, laut, dan sungai, serta merusak habitat alamiah tumbuhan dan hewan.
Baca juga : Inilah Bahaya Dampak El Nino! BMKG: Akan Bertahan Sampai Akhir Tahun
Kondisi bumi sekarang
Perubahan iklim
Perubahan iklim adalah kerusakan besar yang disebabkan oleh manusia. Ini terjadi saat kita membakar bahan bakar seperti batu bara, minyak, dan gas, yang membuat bumi semakin panas. Proses ini mengubah udara dan laut dengan melepaskan gas karbon dioksida.
Akibatnya, bumi semakin panas, menyebabkan masalah seperti banjir, kebakaran, dan kekeringan. Gas karbon dioksida juga masuk ke dalam laut dan membuatnya lebih asam, mengancam makhluk laut.
Sayangnya, perubahan iklim semakin parah dan hanya manusia yang bisa mengatasi masalah ini. Namun, perbaikannya memerlukan waktu lama, bahkan berabad-abad, untuk mengembalikan iklim ke kondisi sebelum manusia memengaruhi bumi.
Menipisnya lapisan ozon
Lapisan ozon, pelindung alami yang mengelilingi Bumi, telah mengalami kerusakan. Ozon ini penting karena melindungi kita dari radiasi ultraviolet matahari yang berbahaya. Kehidupan kita sangat tergantung pada lapisan ozon ini, tapi ironisnya, aktivitas manusia telah merusaknya selama beberapa dekade terakhir.
Bahan kimia buatan manusia seperti chlorofluorocarbons (CFC), hydrochlorofluorocarbons (HCFCs), dan halon, yang berfungsi dalam lemari es, AC, kaleng semprot, dan produk lainnya, telah merusak ozon. Bahan kimia ini dilepaskan ke atmosfer dan menghancurkan molekul ozon, yang membuat lapisan ozon semakin menipis.
Baca juga : Blue Moon Agustus 2023, Bulan Berwarna Biru?
Polusi udara
Polusi udara adalah masalah serius yang dirasakan di berbagai negara. Penyebabnya oleh bahan kimia dan partikel di udara, datang dari berbagai sumber seperti mobil, pabrik, pembangkit listrik, dan kebakaran luar ruangan.
Salah satu penyebab umum adalah pembakaran bahan bakar seperti batu bara dan minyak. Saat dibakar, bahan ini melepaskan zat berbahaya ke udara. Ini bisa merusak tanaman, mengganggu ekosistem, dan berdampak pada makanan manusia dan hewan.
Pencemaran air
Pencemaran air terjadi di tempat-tempat seperti danau, sungai, dan laut. Penyebabnya dapat oleh berbagai hal seperti limbah pertanian, pabrik, dan sampah plastik. Jenis pencemaran air berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan manusia.
Air minum dapat terkontaminasi, menyebabkan masalah kesehatan dan kelangkaan air. Air yang tercemar juga bisa menyebarkan penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Plastik dalam air juga merugikan hewan dan ekosistem laut, dengan mikroplastik mengancam keseimbangan alam.
Hujan asam
Hujan asam adalah salah satu dampak negatif yang paling terlihat dari aktivitas manusia pada lingkungan. Ini terjadi saat polutan dari pabrik atau pembangkit listrik bereaksi dengan udara dan membentuk asam. Kemudian, asam ini turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan, salju, atau kabut
Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak adalah penyebab utama hujan asam. Gas yang terlepas oleh pembakaran ini, seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida, bereaksi dengan udara dan uap air, membentuk asam.
Baca juga : Imbauan BMKG Kepada Masyarakat Indonesia Terkait Gempa!
Ketika hujan asam turun, ini dapat merusak lingkungan. Meskipun ada penyebab alami hujan asam, sebagian besar penyebabnya oleh polusi manusia. Terutama dari pembangkit listrik yang membakar bahan bakar.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.