Milenianews.com, Jakarta – Jotti Karunawan, mahasiswa doktor program studi S3 Sains dan Teknologi Nano di Sekolah Pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB), baru saja lulus beberapa waktu lalu. Dalam disertasinya, ia meneliti potensi kendaraan listrik yang terus berkembang, terutama di Indonesia. Hal ini menjadi sejarah baru di mana mahasiswa ITB raih gelar doktor sains dan teknologi nano pertama.
Pada Jumat, tanggal 14 Juli 2023, Jotti berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Modifikasi Struktur dan Permukaan Material Katode Li-rich Kapasitas Tinggi untuk Aplikasi Baterai Ion Litium” dan berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude.
Selama kurang lebih tiga tahun, Jotti menjalani studi S3 dengan penuh dedikasi. Ia menjadi doktor pertama di program studi S3 Sains dan Teknologi Nano di ITB. Sejauh ini, Jotti sudah menerbitkan 10 publikasi terindeks. Dari 10 publikasi itu, ada 8 di antaranya yang masuk dalam kategori jurnal internasional Q1 dan Q2.
Baca juga : Tidak Ada Panggilan ‘Prof’ di Yale? Inilah Kisah dari Peserta IISMA di Yale University
Mahasiswa ITB Raih Gelar Doktor Sains dan Teknologi Nano Pertama
Apa yang diteliti?
Penelitian Jotti berdasar oleh potensi kendaraan listrik yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir, terutama di Indonesia. Menurut Jotti, baterai ion litium saat ini menjadi pilihan utama untuk perangkat penyimpanan energi pada kendaraan listrik karena memiliki densitas energi dan daya yang mendekati mesin pembakaran.
“Densitas energi pada baterai li-ion sangat tergantung pada material katode. Densitas energi pada baterai li-ion sangat tergantung pada material katode,” terang Jotti dalam pemaparan disertasinya, melansir dari laman kampus (25/7) lalu.
Dalam penelitiannya, Jotti menemukan bahwa material katode li-rich memiliki kapasitas tertinggi dibandingkan dengan material katode lain yang sudah dikembangkan. Selain itu, material ini juga menunjukkan kestabilan termal yang baik, densitas energi yang tinggi, dan rentang tegangan kerja yang luas.
Baca juga : Kisah Mahasiswa Unair yang Lolos Sekolah Staf Presiden 2023
Jotti percaya bahwa material katode li-rich memiliki potensi besar untuk menjadi baterai generasi berikutnya. Namun, berdasarkan penelitiannya, material ini belum dapat dikomersialisasikan karena adanya beberapa masalah seperti cacat struktur saat sintesis dan degradasi permukaan pada materialnya.
Dalam rangka mengatasi isu tersebut, Jotti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengembangkan material katode li-rich dengan cara memodifikasi struktur dan permukaan materialnya. Selama penelitian tersebut, Jotti memiliki pembimbing Prof Dr Ferry Iskandar dan Afriyanti Sumboja, PhD.
Hasil penelitian
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa radiasi gelombang mikro pada metode sintesis solid-state dapat meningkatkan keseragaman struktur material katode li-rich. Selain itu, pembentukan multistruktur layered-layered-spinel, menurut Jotti, akan meningkatkan stabilitas siklus baterai. Jotti juga menemukan bahwa degradasi permukaan material dapat terhambat dengan penggunaan SiO2+CN pada skala nanometer.
Baca juga : Kisah Doktor Muda Unair yang Menjadi Ahli Hukum!
Jotti menyatakan bahwa dia berencana untuk terus melanjutkan penelitiannya untuk mengembangkan material katode baterai di masa depan. Saat ini, dengan gelar baru sebagai Dr., Jotti telah memiliki izin dan kemampuan untuk melakukan riset secara mandiri sebagai seorang peneliti.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.