Milenianews.com, Jakarta – Pada tahun 2018, Teleskop Luar Angkasa Kepler milik NASA berhasil mengungkapkan penemuan tiga planet redup sebelum akhir operasinya. Penemuan ini menandai akhir dari misi Kepler yang telah sangat produktif dalam menemukan lebih dari 2.500 eksoplanet.
Melansir dari SciTechDaily, dalam tata surya kita sendiri, terdapat lebih dari 5.000 planet, dimana lebih dari separuhnya ditemukan berkat kontribusi Teleskop Luar Angkasa Kepler NASA. Pesawat ruang angkasa NASA ini telah melakukan perjalanan melintasi tata surya selama sembilan setengah tahun. Pada masa-masa terakhirnya, Kepler terus merekam kecerahan bintang-bintang sebagai akibat dari habisnya bahan bakar yang ia miliki.
Pada tanggal 30 Oktober 2018, setelah kehabisan bahan bakar, pesawat ruang angkasa Kepler secara resmi mengakhiri operasinya. Namun, sebelum berakhir, tim astronom dari MIT dan University of Wisconsin di Madison, dengan bantuan para ilmuwan, berhasil menemukan planet terakhir yang diamati oleh Kepler.
Baca juga : ZB1 Lahiran Boys Planet Akan Debut Pertengahan Tahun Ini
Penemuan 3 planet redup
Para astronom menemukan tiga planet yang terlihat redup sebentar. Dua planet telah terkonfirmasi dan masing-masing memiliki sebuah planet pendamping. Planet pertama, K2-416 b, sekitar 2,6 kali ukuran Bumi dan mengorbit bintangnya setiap 13 hari.
Planet kedua, K2-417 b, tiga kali lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintangnya setiap 6,5 hari. Kedua planet ini merupakan “Mini Neptunus” karena ukuran dan jaraknya yang dekat dengan bintang.
Sedangkan planet ketiga, EPIC 246251988 b, masih dalam tahap verifikasi dan sekitar empat kali ukuran Bumi. Planet ini mengorbit bintangnya dalam waktu sekitar 10 hari dan terletak sekitar 1.200 tahun cahaya dari Bumi. Penemuan ini menarik karena keunikan dan relevansinya dalam sejarah penelitian planet.
Baca juga : ‘Kerdil Putih’, Pecahan Planet Besar : Bantu Amati Apa Yang Terjadi Saat Matahari kita Mati
Pengamatan Selama Seminggu Sebelum Teleskop Mati
Para astronom menghabiskan beberapa hari untuk menganalisis kurva cahaya dari sekitar 33.000 bintang yang direkam oleh teleskop Kepler. Mereka menggunakan data berkualitas tinggi selama seminggu sebelum teleskop kehabisan bahan bakar.
Kemudian, para peneliti melihat data terakhir yang diambil dalam 11 hari terakhir operasi Kepler. Mereka mencari tanda-tanda transit tambahan di tiga planet yang sama, sebagai bukti bahwa planet-planet tersebut mengelilingi bintangnya secara teratur.
Namun, karena teleskop mengalami ketidakstabilan karena kekurangan bahan bakar, tim peneliti fokus pada bagian data yang tidak terlalu terpengaruh oleh ketidakstabilan tersebut.
Baca juga : Sobat Milenia, Yuk Mengenal Bintang Tsurayya
Hasil pencarian ini menunjukkan adanya transit kedua untuk dua planet, K2-416 b dan K2-417 b, yang memvalidasi keberadaan planet di sekitar bintang-bintang tersebut. Tim juga menggunakan data dari misi TESS NASA untuk mengkonfirmasi kandidat planet di sekitar salah satu bintang tersebut.
Teleskop Kepler ke Luar Angkasa Sejak 2009
Pada tahun 2009, NASA meluncurkan teleskop Kepler ke luar angkasa untuk memantau jutaan bintang di utara. Selama empat tahun, teleskop ini mencatat kecerahan lebih dari 150.000 bintang. Namun, pada tahun 2013, roda giroskop Kepler mengalami kerusakan, menyebabkan penundaan sementara.
Setahun kemudian, peluncuran Kepler kembali dengan nama “K2” dan menggunakan angin matahari untuk menjaga kestabilan pesawat ruang angkasa. Misi K2 berlangsung selama empat tahun tambahan, mengamati lebih dari setengah juta bintang lagi. Namun, pada akhirnya, Kepler kehabisan bahan bakar pada kampanye ke-19.
Baca Juga : Kamu Udah Tau? Ada Jejak Arkeologi di Danau Terdalam di Indonesia Lho!
Data dari kampanye terakhir ini terdiri dari satu minggu pengamatan berkualitas tinggi dan 10 hari pengukuran yang lebih berisik karena berkurangnya bahan bakar pesawat ruang angkasa.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.