Kisah Mahasiswa Lulus Tanpa Mengerjakan Skripsi di UM Surabaya!

Lulus Tanpa Mengerjakan Skripsi

Milenianews.com, Jakarta – Terdapat kisah inspiratif dari salah satu wisudawan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya). Asep Budiyanto, seorang wisudawan yang berhasil lulus tanpa mengerjakan skripsi.

Keberhasilan ini tentunya tidak terjadi begitu saja. Mahasiswa yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah ini, telah meluangkan waktu untuk mengajar kelompok ibu-ibu dan anak-anak dalam kegiatan mengaji.

Baca juga : Kisah Sukses Ikea! Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Selain itu, Asep, yang merupakan anak dari pasangan Khairun dan Nur Azizah ini, memiliki pengalaman hidup yang penuh perjuangan sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya).

Hampir putus Sekolah karena ekonomi

Asep mengungkapkan bahwa saat bersekolah, ia hampir berhenti melanjutkannya ke SMA karena masalah keuangan. Keluarga Asep pada saat itu menghadapi kesulitan keuangan karena kedua orangtuanya bekerja sebagai buruh dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Setelah menyelesaikan pendidikan SMP, Asep bekerja di sebuah konveksi di Pekalongan yang khusus membuat celana jeans dan daster.

Sebagai individu yang aktif di masjid, Asep mendapatkan rekomendasi untuk melanjutkan sekolah ke SMA dengan syarat tinggal di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah di Pekajangan, Pekalongan, yaitu Pondok Pesantren Muhammadiyah Mifathul Ulum. Selama tinggal di Panti Asuhan Muhammadiyah, Asep ternyata sudah aktif mengajar anak-anak di sekitar lingkungan tersebut.

Mengajar mengaji ibu-ibu dan anak-anak

Ternyata tekad Asep dalam mengajar mengaji kepada ibu dan anak-anak membawa berkah baginya. Ia mendapatkan kesempatan untuk kuliah di UM Surabaya dan bergabung dengan Mahad Umar bin Khattab jurusan Bahasa Arab selama dua setengah tahun.

Baca juga : Kisah Inspiratif : Belajar Kesederhanaan dari Sadio Mane

Setelah itu, Asep memutuskan untuk mengambil jurusan Al Al Ahwal As Syahsiyah. Ketika menjadi mahasiswa di Surabaya, ia tinggal bersama seorang dermawan yang memberikan dukungan finansial untuk biaya kuliahnya. Selain itu, Asep juga membantu bekerja di kantor notaris.

“Saya mengajar ibu-ibu mengaji qoriah setiap satu minggu sekali,” tutur Asep seperti dikutip dari laman UM Surabaya, Sabtu (3/6).

Untuk mengajar mengaji kepada anak-anak, Asep melakukan kegiatan tersebut dengan cara mendatangi rumah-rumah.

“Untuk mengajar ngaji untuk anak-anak saya lakukan setiap hari karena permintaan orangtua. Jadi dari satu rumah ke rumah yang lain, dan itu ada 8 rumah,” ujar Asep.

Baca juga : Cerita Inspiratif Alumnus Pascasarjana UI yang Punya Daya Juang Tinggi Terhadap Kemajuan Pendidikan

Dalam menyelesaikan tugas akhirnya, Asep berhasil lulus tanpa menyusun skripsi. Ia mencapai kelulusan dengan menulis sebuah jurnal berjudul “Penerbitan Kartu Keluarga bagi Nikah Siri Perspektif Al-Maslahah Al-Mursalah”.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *