News  

Pusdok Tamaddun Usulkan Ismail Banda Jadi Pahlawan Nasional

Hadi Nur Ramadhan (kiri)  dan Bung Pizaro (kanan)  sedang mendiskusikan peran dan perjuangan H. Ismail Banda untuk Republik Indonesia di rumah sejarawan Lukman Hakiem, Sukabumi, beberapa waktu lalu. (Foto: Pusdok Tamaddun) 

Milenianews.com, Jakarta-  Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamaddun, meminta kepada pemerintah RI untuk mengangkat almarhum H. Ismail Banda, salah satu pendiri Al Washliyah, sebagai Pahlawan Nasional. Almarhum Ismail Banda semasa hidupnya telah banyak berbuat untuk Republik Indonesia (RI) terutama dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Ia  saat itu ditugasi sebagai atase khusus RI untuk Timur Tengah.

Founder Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamaddun yang juga pendiri Rumah Sejarah Indonesia, Hadi Nur Ramadhan mengatakan, jasa perjuangan Ismail Banda sangatlah besar perannya dalam menyakinkan dunia Arab akan kemerdekaan Indonesia. “Itulah yang membuat Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia,” kata Hadi melalui rilis, Selasa (21/3/2023).

Ia menambahkanm Ismail diberi tugas khusus untuk menyampaikan  berita kemerdekaan RI di Timur Tengah, antara lain Mesir, yang menjadi negara pertama  mengakui kemerdekaan RI.

Hadi yang juga wakil sekretaris LSBPI MUI Pusat ini juga mengatakan,  Ormas Islam Al Washliyah telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah RI sejak beberapa tahun lalu agar Ismail Banda diangkat sebagai pahlawan nasional. Namun, hingga sekarang belum ada respons, termasuk dari pihak Kementerian Sosial.

“Pendiri dan tokoh Al Washliyah banyak yang berperan untuk Kemerdekaan RI, namun belum ada perhatian dan penghargaan termasuk menjadi pahlawan nasional, ” kata Hadi.

Dimakamkan di Teheran

Hadi juga membuktikan hal lain yang patut jadi pertimbangan adalah bahwa jenazah Ismail dimakamkan di Teheran, Iran. Kala itu Almarhum Ismail Banda wafat dalam menjalankan tugas kenegaraan. Pada 22 Desember 1951, ketika hendak menuju Afghanistas sebagai Kuasa Usaha Indonesia, pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Teheran sehingga seluruh penumpangnya meninggal dunia termasuk Ismail Banda.

Mendengar kabar Ismail Banda meninggal dunia, umat Islam Indonesia langsung mengadakan shalat ghaib untuk beliau. Hal ini diabadikan beberapa surat kabar nasional dan daerah. Salah satu tempat pelaksanaan sholat gaib adalah di Mesjid Matraman Raya yang di hadiri Menteri Agama Wahid Hasyim dan Walikota Jakarta Raya Syamsul Rijal.

“Sehingga sudah sepatutnya pemerintah Indonesia mengangkat Ismail Banda sebagai pahlawan nasional,” ungkap Hadi dengan penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *