Milenianews.com – Kerja remote memungkinkan bisa untuk tidak datang ke kantor. Selama pandemi kemarin, kerja remote menjadi salah satu solusi solusi dalam upaya pencegahan Covid-19.
baru-baru ini, ada sebuah riset yang menunjukkan bahwa WFH (Work From Home) ternyata lebih efektif. Data dari Gallup menyatakan bahwa pada tahun 2012 dan 2016 ada kenaikkan sebesar 4 persen. Pada tahun ini diperkirakan akan terus meningkat.
Baca juga : Hati-Hati! Karyawan WFH jadi Sasaran Peretas
Kerja secara remote juga efektif karena berbagai alasan. Dari segi bisnis sendiri, bisa menjadi ajang untuk lebih menaruh kepercayaan terhadap para karyawan. Perusahaan akan lebih meningkat dari efektivitas para pekerja mereka.
Apakah kerja dari rumah lebih produktif?
Beberapa atasan mungkin tidak begitu setuju dengan ide ini. Mereka beralasan bahwa mereka peduli dengan keberadaan karyawan yang bekerja. Jika bekerja dari rumah akan memungkinkan karyawan untuk menonton tv atau menunda-nunda pekerjaan yang ada.
Tetapi sekali lagi riset menunjukkan bahwa orang yang bekerja dari rumah akan lebih produktif. Melansir dari Owl Labs, 79% karyawan menunjukkan peningkatan produktivitas dan berkurangnya stres.
Baca Juga: 5 Youtuber Self-Improvement Indonesia! Bikin Nambah Pinter!
Studi lain juga mengemukakan bahwa pekerja kantoran lebih banyak ngobrolin topik diluar pekerjaan. Mereka membandingkan dengan pekerja WFH yang rata-rata hanya 29 menit berbanding 66 menit perhari. Ini bisa menjadi faktor tambahan bahwa WFH lebih produktif ketimbang ngantor.
Dengan keinginan Milenial dan Gen Z yang menuntut waktu kerja fleksibel, studi menemukan juga bahwa WFH lebih produktif. Sebanyak 72% perusahaan yang menerapkan WFH berkata bahwa adanya peningkatan produktivitas karyawan.
Apa manfaat WFH?
1. Fleksibel
Fleksibel adalah faktor pertama kenapa WHF bisa tingkatkan produktivitas. Riset Gallup melaporkan bahwa 54% pekerja kantoran akan resign jika dapat tawaran kerja yang lebih fleksibel. Waktu yang fleksibel ini akan bisa pekerja pakai untuk fokus ke keluarga dan kehidupan mereka.
2. Hemat
Karena waktu yang fleksibel dan bisa kerja dimanapun kita mau, ini akan berdampak pada finansial kita. Kalau kamu bekerja di Jakarta sedangkan rumahmu di luar Jakarta, ini akan membebani kamu dari segi ongkos.
Entah bensin atau transportasi umum, tetap saja pasti akan ada biaya yang keluar. Bukan biaya ongkos saja, namun juga penunjang seperti makan dan pakaian yang proper juga harus keluar.
Dengan WFH kita jadi lebih bisa hemat biaya dari segi apapun. Terlebih kesehatan finansial dan frugal living sedang gencar belakangan ini.
3. Branding karyawan
Perusahaan yang menawarkan WFH bisa jadi opsi kuat untuk banyaknya pekerja baru. Dengan banyaknya anak muda yang menginginkan waktu yang fleksibel, ini bisa lebih berguna untuk perekrutan karyawan.
Riset dari CareerBuilder, mengatakan bahwa ada 51% perusahaan lebih banyak mendapatkan perhatian karena bisa WFH. Ini juga akan bisa meningkatkan produktivitas karyawan.
Baca Juga : 5 Buku untuk Kamu Lebih Produktif!
4. Memangkas biaya perusahaan
Untuk organisasi perusahaan, WFH bisa jadi strategi efektif untuk menghemat pengeluaran perusahaan. Sedikit orang berarti sedikit juga ruang yang diperlukan, atau bisa juga tidak ada kantor. Banyak perusahaan yang memilih untuk menawarkan WFH atau menawarkan pada karyawan sistem hybrid.
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.