Milenianews.com, Pekalongan– Prof Arif Satria, Rektor IPB University memberikan beberapa pesan penting bagi para siswa di Yayasan Ma’had Islam Pekalongan. Dulu, ia pernah mengemban studi di yayasan ini hingga SMP dan kini menjadi salah satu alumni terbaik.
Dalam kesempatan ini, Rektor IPB University menyampaikan siswa harus mengingat bahwa membangun karakter pembelajar yang tangguh sangat penting. Menurutnya, hal yang harus dibangun pertama adalah karakter dan integritas. Tidak hanya itu, faktor kejujuran dan kedisiplinan menjadi faktor terpenting untuk mampu menjadi lulusan terbaik.
Baca Juga : IPB University Borong 10 Penghargaan Kehumasan dan Informasi Publik
“Kedua, mengetahui makna menjadi pembelajar sejati, memahami bahwa setiap orang adalah guru dan setiap rumah adalah sekolah karena yang bisa siap beradaptasi dengan perubahan adalah orang-orang yang memiliki mental pembelajar,” terangnya dalam Seminar Nasional Pendidikan 2022 Ta’sis ke-80 Ma’had Islam Pekalongan secara hybrid, Ahad (6/11/2022).
Jangan Pernah Berhenti Belajar
Dengan mengutip kalimat Albert Einstein, ia mengatakan jangan pernah berhenti belajar karena lambat laun diri sendiri akan sekarat. Ketiga, siswa harus memperkuat growth mindset atau cara pandang yang berkembang. “Cara pandang ini meyakini diri sendiri akan peningkatan kemampuan dan mampu menembus batas-batas ketidakmampuan,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan bersifat tidak terbatas bila siswa memiliki kemauan. “Contohnya dalam meraih prestasi akademik, faktor penentu kesuksesan ini adalah mindset. Lingkungan sekolah dan rumah memang penting, namun mindset mahasiswa paling penting,” lanjutnya
Selain itu, siswa harus memiliki passion dan kegigihan sebagai faktor Grit tanpa memandang latar belakang diri. “Apabila kita memiliki Grit, kita punya mimpi, kita punya tujuan dan terus berlatih, memiliki minat dan orang tua yang mendukung kemudian budaya yang mendukung, saya yakin para siswa mampu menjadi sukses,” pesannya.
Baca Juga : Prof Arif Satria: IPB University Berencana Dirikan Kampus di Malaysia
Prof Arif Satria menjelaskan, kemampuan diri dapat diasah karena bergantung pada kemauan diri. “Orang yang memiliki mindset yang baik dan mental pembelajar biasanya memiliki willpower yang kuat bisa mengubah kemampuan dan menciptakan kesempatan yang besar,” tambahnya.
Orientasi Future Practice
Pesan keempat yang disampaikan oleh Rektor IPB University adalah orientasi pada future practice. Ia mengutip perkataan Jack Ma bahwa orientasi hidup bukan hanya kompetisi tentang uang dan modal namun pengetahuan dan kreativitas. Setiap orang yang mampu menjadi pembelajar dengan kreativitas dan imajinasi tanpa batas akan bertahan.
“Future practice ini menjadi penentu, sedangkan orang-orang yang berfokus pada best practice akan tertinggal karena akan menjadi follower. Oleh karena itu future practice ini harus ditumbuhkan kepada mahasiswa bahkan anak SD untuk memperkuat imajinasi dan mimpi,” ungkap Prof Arif.
Ia menilai, cara terbaik untuk memprediksi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian adalah dengan menciptakannya hari ini. Dengan kemampuan ini, ia yakin bahwa generasi muda Indonesia akan mampu merespons perubahan dan sukses dalam kehidupan.