Milenianews.com, Jakarta – Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), akan menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia. Terlebih lagi, UMKM harus berpartisipasi dalam sektor ekonomi digital.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI dan CfDS UGM, memberi dukungan terhadap berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi UMKM dalam sektor ekonomi digital tersebut.
Baca Juga : Tangkal Konten Berbahaya di Media Sosial, CfDS Luncurkan Situs Web Anti Konten Negatif
Dalam mewujudkan tersebut, terselenggara kolaborasi event antara Kominfo RI, CfDS UGM dan Google, yakni Digital Expert Talk. I Nyoman Adhiarna, selaku ketua pelaksana Digital Economic Working Group (DEWG) Kominfo RI, sekaligus pemateri, menyampaikan bahwa, perekonomian digital di Indonesia tengah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Berkembangnya ekonomi digital ini, menurutnya, tak lepas dari peran UMKM di dalamnya. Menurut Nyoman, kini jumlah UMKM di Indonesia mencapai angka 54 juta.
Dari angka tersebut, UMKM menyumbang kontribusi yang besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara serta menyediakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat.
“Sektor ekonomi digital di Indonesia telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hingga akhir tahun ini, transaksi e-commerce akan mencapai sekitar US$ 36 miliar (sekitar Rp. 539 triliun lebih). Kini, penetrasi internet di Indonesia mencapai 73,7%. Ini adalah angka yang cukup besar. Dengan angka tersebut, kami berharap dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi digital yang lebih pesat kedepannya,” katanya kepada media, Selasa (19/7).
Sejalan dengan hal tersebut, CfDS dengan dukungan Google Indonesia berupaya mencari jalan tengah dalam membangun kolaborasi interdisipliner antara pemerintah, akademisi, serta sektor privat. Untuk menyajikan infrastruktur digital yang lebih unggul.
Salah satunya adalah dengan adanya kegiatan untuk peningkatan kapasitas masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah, yang berencana untuk mendorong upaya digitalisasi terhadap 30 juta UMKM.
Mengingat, peran UMKM sebagai aktor kunci dalam sektor ekonomi, upaya digitalisasi tersebut tidak lain bertujuan untuk meningkatkan pemulihan ekonomi pasca Covid-19.
Tersedia US$ 2 juta untuk pengembangan UMKM dari Google
Sementara itu, Treviliana Eka Putri selaku Peneliti dari CfDS, yang juga sebagai pemateri kedua mengatakan, bahwa UMKM telah dan akan memiliki kontribusi yang besar terhadap pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19.
Meski demikian, kondisi pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM, masih memerlukan perbaikan. Berdasarkan data yang ia peroleh, pemanfaatan teknologi oleh UMKM terbagi ke dalam tiga jenjang.
Jenjang pertama, UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital secara sederhana, misalnya melalui penggunaan telepon genggam dan Microsoft Office. “Saat ini, sebagian besar UMKM masih termasuk dalam jenjang pertama,” katanya.
Pada jenjang menengah, UMKM mulai menggunakan teknologi, dalam bentuk media sosial dan e-commerce untuk meningkatkan pemasaran produk. Sementara, pada jenjang lanjutan, UMKM mampu memanfaatkan analisis big data untuk peningkatan produksi maupun pemasaran.
“Ketika ingin membantu UMKM dengan meningkatkan partisipasi mereka di sektor ekonomi digital, serta menghadirkan lebih banyak peluang, kita harus terlebih dulu menilai situasi UMKM yang ada saat ini,” ucap Trevi.
Menurutnya, ada tiga hal yang melatarbelakangi keterlambatan UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital.
“Pertama, kurangnya pemahaman UMKM mengenai potensi manfaat dari penggunaan teknologi digital. Sebagian besar UMKM kini masih terjebak dalam zona nyaman, sehingga enggan mengikuti perkembangan teknologi yang ada,” papar Trevi.
Sedangkan kedua, adanya biaya infrastruktur, khususnya bagi UMKM di area pedalaman. Lalu ketiga, adanya risiko yang dikhawatirkan oleh UMKM, saat ingin memanfaatkan teknologi digital, seperti isu keamanan siber dan penipuan digital.
Meski terdapat beberapa hal yang harus diselesaikan, Trevi mengapresiasi berbagai inisiatif yang telah dilakukan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah hingga sektor swasta.
Baca Juga : Dorong Pemanfaatan Metaverse, Kominfo Dukung Penuh Akselerasi Literasi Digital CfDS UGM
Kominfo RI, telah menghadirkan program talenta digital untuk mengakselerasi sumber daya manusia, serta dukungan Google yang mencanangkan program pinjaman senilai US$ 2 juta (sekitar Rp. 29 miliar lebih) untuk pengembangan UMKM di Indonesia.
“Kita perlu menaruh perhatian terhadap bagaimana kita dapat memberikan pembangunan kapasitas pada UMKM. Untuk meningkatkan sumber daya manusia dan talenta digital dalam sektor ekonomi digital, aksi kolaboratif dari para pemangku kepentingan amat dibutuhkan. Selain itu, salah satu pekerjaan rumah kita adalah mengarusutamakan berbagai inisiatif yang telah ada,” pungkas Trevi.(Rifqi Firdaus)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.