Event, News  

Peluncuran Program #CerdasDigital, CfDS UGM Aktif Membangun Literasi Digital Masyarakat Indonesia

cerdas digital

Milenianews.com, YogyakartaCenter for Digital Society UGM (CfDS UGM) mengadakan rangkaian acara pendukung (supporting event) KTT G20 bertajuk Digital Experts Talk #10 “Unpacking the Metaverse: Akselerasi Literasi Digital dalam Menyambut Teknologi Masa Depan”, Rabu (18/5).

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI (Menkominfo RI), Johnny G. Plate, Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, Direktural Jenderal APTIKA Kementerian Kominfo RI, Semuel Abrijani Pangerapan, Manajer Kebijakan Publik Meta untuk Indonesia dan Timor Leste, Noudhy Valdryno, Research Manager CfDS UGM, Anisa Pratita Kirana Mantovani, dan Partner Corporate & Technology K&K Advocate, Danny Kobrata.

Baca Juga : Sukseskan Presidensi G20 Indonesia, Meta Unjuk Komitmen dalam Peningkatan Literasi Digital

Metaverse adalah sebuah komunitas virtual yang dapat dijadikan sarana bagi orang-orang untuk saling terhubung dan melakukan aktivitas tertentu secara bersama-sama.

Di Indonesia, kehadiran Metaverse disambut secara positif oleh berbagai kalangan dan dimanfaatkan untuk menunjukkan pesatnya perkembangan dunia digital dan menarik investor dalam bidang digital.

Dalam kesempatan yang sama, Johnny G. Plate selaku Menkominfo RI memaparkan, “Pembangunan infrastruktur digital tidak hanya fokus pada aspek teknis saja, melainkan juga memastikan setiap pembangunan dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusianya, termasuk dalam teknologi masa depan seperti Metaverse.”

Menanggapi hal tersebut, CfDS UGM mengamini bahwa peningkatan literasi digital masyarakat merupakan satu hal yang penting dalam transformasi digital.

“Metaverse adalah salah satu produk teknologi. Kita menyadari bahwa ada soft skill yang harus kita dorong di sini. Orang tidak bisa serta merta menggunakan teknologi yang baru muncul. Oleh karena itu, yang perlu disiapkan kemudian adalah literasi digital, misalnya kemampuan teamwork dan kritis terhadap teknologi,” ujar Anisa Pratita selaku Research Manager CfDS UGM.

Menurutnya, fenomena digitalisasi terlihat semakin nyata. Hal paling penting dalam transformasi digital adalah kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dengan bijaksana.

Keamanan ruang digital dimulai dengan kesadaran masyarakat untuk ‘mengamankan diri sendiri’ dalam penggunaan teknologi tersebut. Hal tersebut mencerminkan pentingnya literasi digital.

Sebagai pusat studi yang berfokus pada isu digital, literasi digital merupakan salah satu isu prioritas CfDS UGM.

Oleh karena itu, CfDS UGM mendorong upaya peningkatan literasi digital melalui berbagai kegiatan yang inklusif dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di antaranya adalah rangkaian kegiatan Kelas Kecerdasan Digital, Pelatihan Keamanan Siber, Pelatihan Literasi Digital di daerah 3T, Program Literasi CfDS untuk Kuliah Kerja Nyata, dan Program #SocialMedia4Peace yang kesemuanya terangkum dalam rangkaian Roadshow #CerdasDigital Akselerasi Literasi Digital. 

Baca Juga : Tangkal Konten Berbahaya di Media Sosial, CfDS Luncurkan Situs Web Anti Konten Negatif

Anisa menyampaikan bahwa kerjasama antar berbagai pemangku kepentingan berperan besar dalam mendorong perluasan literasi digital masyarakat.

“Bersama-sama kita bangun Indonesia yang cerdas, merdeka, dan berdaulat, termasuk di ruang digital,” pungkasnya.(Rifqi Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *