Hacker Retas TV dan Platform Rusia Sebarkan Pesan Antiperang

Hacker Retas TV dan Platform Rusia Sebarkan Pesan Antiperang
A message appears on screen reading "There is blood on your hands from thousands of Ukrainians and hundreds of their murdered children. TV and government are lying- Say No to War" amid a hack of Smart TVs in Russia, in Moscow Oblast, Russia, May 9, 2022 in this image obtained by REUTERS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.

Milenianews.com – Pada hari yang sama ketika Rusia merayakan perannya kala mengalahkan Nazi Jerman, banyak platform online Rusia diretas. Ini merupakan bentuk protes atas perang dengan Ukraina. Mengutip dari Berisi.id (12/5), The Washington Post melaporkan pada hari Senin bahwa Hacker meretas televisi pintar (smart TV) Rusia.

Warga Rusia melihat daftar saluran Smart TV dengan pesan yang melibatkan mereka dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Darah ribuan orang Ukraina dan ratusan anak-anak yang terbunuh di tangan Anda,” bunyi pesan itu. “TV dan pihak berwenang berbohong. Katakan tidak untuk perang,” lanjut pesannya.

Smart TV di Rusia pada 9 Mei menampilkan pesan antiperang, memberi tahu pemirsa bahwa mereka memiliki darah di tangan mereka dari perang di Ukraina. (Sumber : Routers)

Baca Juga : EximBank, Bank dari Indonesia Terkena Serangan Hacker

Selain meretas smart TV, hacker juga menargetkan beberapa perusahaan internet besar di Rusia, termasuk Yandex. Hacker juga menyerang Rutube, alternatif YouTube untuk negara Rusia.

“Hosting video kami telah mengalami serangan siber yang kuat. Saat ini, tidak mungkin untuk mengakses platform,” kata Rutube dalam sebuah pernyataan di saluran Telegramnya.

Rutube kemudian menyatakan telah mengisolasi serangan itu dan perpustakaan kontennya aman dan tidak dapat peretas akses dalam insiden tersebut.

Baca Juga : Hacker Rusia Meretas Server Email Utama Milik NSA

Sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada tanggal 24 Februari, negara itu sering mendapat serangan dari para peretas. Pada hari-hari awal konflik, kelompok Hacker Anonymous mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan DDoS di Rusia. Serangan ini menyebabkan beberapa situs resmi pemerintah Rusia, termasuk milik Kementerian Pertahanan tidak dapat di akses.

Selain itu, Anonymous juga kabarnya bertanggung jawab atas insiden beberapa saluran TV pemerintah Rusia memutar lagu kebangsaan Ukraina. Pada saat yang sama, Ukraina, dengan bantuan dari Microsoft dan perusahaan barat lainnya, baru-baru ini berhasil mencegah peretas militer Rusia mengganggu salah satu penyedia energi Ukraina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *