Contoh Teks Anekdot, Lengkap Beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot

Milenianews.com – Kamu tipe orang yang suka menyindir dengan gaya? Cocok untuk pelajari teks anekdot. Teks anekdot merupakan jenis tulisan yang berupa cerita singkat yang bersifat lucu atau menyindir. Seperti apa teks anekdot itu? Berikut paparan lengkapnya contoh teks anekdot.

Teks jenis ini, umumnya berasal dari kejadian nyata yang melibatkan orang, tempat maupun waktu peristiwa.

Baca Juga : Contoh Teks Persuasi, Lengkap dengan Strukturnya

Nah, cerita-cerita lucu yang biasa kita dengar, salah satunya adalah anekdot. Biasanya, sindiran-sindiran ini juga mengarah pada pemerintah. Untuk menutupi keluh kesah, dengan sindiran.

Pengertian Teks Anekdot

Teks Anekdot, merupakan teks yang berisi cerita pendek yang lucu biasanya untuk menyampaikan kritik melalui sindiran dengan gaya. Fungsinya, agar kritikan tersebut tersampaikan tanpa menyakiti atau terbilang kasar.

Cerita yang diangkat tentang orang terkenal atau tokoh publik berdasarkan apa yang terjadi.

Lalu, bagaimana cara membuat dan struktur nya seperti apa?

Berikut contoh teks anekdot beserta strukturnya, melansir bola.com :

Contoh Teks Anekdot Hukuman pencuri sandal vs koruptor

Abstraksi

Di pagi hari yang indah, Norman lagi asyik menyantap makanan kesukaanya yaitu soto, di warung langganan sebelah Masjid Jami’. Setelah merasa kenyang, Norman kemudian berdiri dari duduknya untuk beranjak pulang menuju rumah.

Orientasi

Dalam perjalanannya pulang menuju rumah, tak di sangka tiba-tiba Norman tertimpa musibah. Norman terserempet oleh kawanan pemuda pengendara motor yang melaju kencang dan ugal-ugalan. Kejadian tersebut mengakibatkan Norman jatuh ke jalan.

Tidak ada luka berat yang di alami oleh Norman, namun yang membuatnya marah adalah tali sandal putus dan tidak dapat digunakan kembali.

Dengan rasa penuh marah, Norman terpaksa pulang menuju rumah dengan berjalan tanpa menggunakan sandal. Karena jarak rumah masih cukup jauh, di tengah perjalanan Norman merasakan sakit pada kakinya karena tidak menggunakan sandal. Norman pun memutuskan untuk membeli sandal di toko terdekat.

Sesampainya di toko itu, Norman mulai melihat-lihat dan bertanya merek dan jenis sandal serta harganya. Namun, lagi-lagi nasib sial menghampirinya saat Norman melihat isi dompetnya. Ternyata tak ada satu pun merek sandal yang harganya sesuai dengan isi dompetnya. Dengan perasaan sangat terpaksa, Norman pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah tanpa menggunakan sandal.

Krisis

Norman melintas di Masjid Jami’ dan ia melihat banyak sandal punya orang-orang yang sedang Salat berjamaah. Kemudian, tanpa berpikir panjang Norman langsung mengambil sandal paling bagus yang ada di Masjid Jami’ tersebut.

Malangnya nasib Norman saat mengambil sandal. Sang pemilik mengetahui sandal mengetahuinya. Ia pun dikejar-kejar oleh pemilik sandal tersebut. Sang pemilik sandal kemudian membawa Norman ke kantor polisi atas tindakan kriminalitas yang telah ia lakukan.

Setelah dilakukan penyelidikan, Norman kena sanksi pasal pencurian, lalu kasusnya akan disidangkan satu pekan kembali. Malang banget si Norman, hanya perkara sepele saja dapat bikin ia sampai masuk ruang persidangan.

Respons

Akhirnya tiba juga hari persidangan, Norman berada di tempat duduk tersangka dengan muka yang tertunduk.

Hakim: Baiklah, Norman, umur 23 tahun, saudara ternyata ketahuan mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Oleh sebab itu, Anda akan dikenakan sanksi 5 tahun penjara.

Baca Juga : Contoh Teks Prosedur, Lengkap dengan Struktur dan Contohnya

Norman: Looh?! Pak, ini tak adil bagi saya, mengapa hukuman saya lebih berat daripada hukuman koruptor?

Koda

Lalu hakim menjelaskan kepada Norman bahwa ia mencuri sandal dan merugikan seseorang dengan nilai 30.000 rupiah saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi uang senilai Rp 2 miliar, dan itu sama saja merugikan 200 juta rakyat Indonesia.

Nah, bila dihitung-hitung, koruptor cuma bikin rugi 10 rupiah saja masing masing orang. Dengan begitu, kerugian yang dilakukan oleh Diwan lebih besar dari aksi yang dikerjakan oleh para koruptor.(Rifqi Firdaus)

Respon (10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *