Milenianews.com, Jakarta – Cuti bersama, liburan panjang tahun baru Islam 1 Muharram 1442 H. Penumpang pesawat domestik mengalami kenaikan. Kenaikan ini dipicu oleh adanya liburan panjang, cuti bersama tahun baru Islam.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Novie Riayanto mengatakan penumpang angkutan udara rute domestik mengalami kenaikan sekitar 49 persen.
Kenaikan penumpang domestik
Periode 19 hingga 23 Agustus 2020, penumpang pesawat domestik mengalami kenaikan 49 persen. Kenaikan penumpang pesawat domestik ini tercatat dari 50 bandara di Indonesia. kenaikan ini dipicu adanya cuti bersama beberapa kantor di Ibukota.
“Kenaikan terhitung mulai libur hari Kemerdekaan 15 Agustus hingga 17 Agustus 2020,” kata Novie dikutip melalui bisnis.tempo.co, Kamis (20/08).
Novie mencatat kenaikan frekuensi pesawat selain pergerakan penumpang juga. Dibandingkan periode bulan lalu, jumlah pergerakan maskapai pada libur panjang kali ini melonjak hingga 50 persen.
Baca juga: 10 Negara Dengan Perayaan Imlek Termegah, Pilihan Destinasi Liburan Imlek 2020
Ia memperkirakan puncak mudik angkutan udara terjadi pada Kamis kemarin dan puncak arus balik terjadi pada Ahad (23/08).
Pemberlakuan kapasitas maksimal bagi angkutan udara sebesar 70 persen. Pemberlakuan perjalanan dengan memenuhi protokol kesehatan yang ketat. Agar tetap dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
“Tetap ikuti protokol kesehatan, gunakan masker, jaga jarak, dan selalu cuci tangan sebelum, saat dan setelah terbang serta senantiasa mengikuti arahan petugas,” ujar Novie.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata untuk Liburan Akhir Tahun
Bagi penumpang pesawat juga harus memenuhi dokumen kesehatan yang telah ditetapkan. Lakukan rapid tes atau tes swab alias PCR, datang ke bandara lebih awal dan gunakan fasilitas web check in untuk kemudahan layanan. Dan jangan membeli tiket secara langsung. Agar semua dapat berjalan dengan lancar. Maka mari bekerjasama memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
Dan semoga Indonesia dapat keluar dari masa-masa krisis ini. Dan mampu bersama mengatasi masa pandemi ini dengan solidaritas dan kebersamaan. (Umi)