Sekolah Tatap Muka Dinilai Masih Berisiko Tinggi

Sekolah Tatap Muka

Milenianews.com, Jakarta – Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin Soefianto menilai pembelajaran tatap muka pada Tahun Ajaran 2020/2021 masih terlalu berisiko. Ini lantaran kasus positif covid-19 (corona) masih terus bertambah setiap harinya.

“Angka penularan masih tinggi khususnya di zona merah seperti Jawa Timur, DKI, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, bahkan Papua dan Sulsel masih tinggi,” kata Totok kepada Media Indonesia, Minggu (12/7).

PJJ bisa menjadi solusi dalam kurikulum darurat Sekolah

Totok mengungkapkan pembelajaran tatap muka sebaiknya dilakukan saat kasus covid-19 di Indonesia mulai terkendali. Dia menilai pemerintah perlu mengeluarkan kurikulum darurat untuk adaptasi di tengah pandemi.

Selain itu, juga harus ada penyesuaian kegiatan belajar mengajar di semua jenjang, jenis, dan jalur pendidikan di Indonesia.

“Kemendikbud dapat mendesain kurikulum darurat yang merupakan turunan dan pengembangan dari kurikulum 2013, khususnya dalam rangka menjaga mutu pendidikan agar tidak turun drastis akibat pandemi covid-19,” tuturnya.

Baca Jug : Siap Hadapi ‘New Normal’ Bersama Bintang Sekolah Indonesia

Seperti contohnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa menjadi strategi pembelajaran permanen dan jangka menengah-panjang.

“Ini bisa kita antisipasi sampai seluruh Tahun Ajaran 2020-2021. Langkah urgen adalah penyiapan materi PJJ untuk semua jenjang dan pelatihan untuk guru dalam PJJ,” tuturnya. (Ahmad Fachrurozi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *