Penyu Belimbing Raksasa Bertelur di Kawasan Pantai Warebar

Lima Penyu Raksasa Bertelur Di Kawasan Pantai Warebar Belimbing
Foto: Penyu Belimbing Raksasa

Milenianews.com, Raja Ampat – Lima penyu belimbing raksasa yang bertelur di Kawasan Pantai Warebar, kampung Yenbekaki, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Pemilik nama ilmiah Dermochelys Coriacea ini mempunyai ukuran raksas. Penyu belimbing terkenal sebagai Sang Penjelajah dunia.

Kelompok Penggiat Konservasi Penyu kampung Yenbekaki mengatakan, kedatangan mereka tahun ini lebih banyak. Jumlah penyu belimbing raksasa yang bertelur di Pantai Warebar lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

“Kami memprediksi awal Agustus telur penyu belimbing tersebut telah menetas menjadi ratusan tukik atau bayi penyu dan kembali ke laut,” kata Ketua Kelompok Penggiat Konservasi Penyu kampung Yenbekaki Yusuf Mayor di Waisai. Rabu (8/7).

Baca juga: Obyek Wisata di Yogyakarta Disiapkan untuk Menyambut New Normal

Kelompok lingkungan tersebut berkomitmen untuk menjaga sarang telur kelima penyu belimbing dari serangan hewan pemangsa dan pemburu telur penyu.

“Komitmen kami menjaga kelestarian alam, terutama dengan melakukan perlindungan penyu belimbing dan jenis lainnya, agar tidak punah dan dapat dinikmati oleh generasi di masa yang akan datang,” kata Yusuf.

Lima Penyu Raksasa Bertelur Di Kawasan Pantai Warebar
Foto: 2.706 tukik penyu raksasa

Sepanjang tahun 2018 lalu, sebanyak 31 ekor penyu belimbing yang dikenal sebagai penyu raksasa, sang penjelajah dunia, mendarat dan bertelur di kampung Yenbekaki, kabupaten Raja Ampat, Papua Barat

Kelompok Penggiat Konservasi Penyu kampung Yenbekaki mencatat ada sebanyak delapan ekor penyu belimbing mendarat dan bertelur di kawasan Pantai Warebar pada Mei 2018 lalu.

Selanjutnya sebanyak lima ekor pada Juni, delapan ekor pada Juli, tiga ekor pada Agustus, tiga ekor pada September, empat ekor pada Oktober, sehingga total seluruhnya menjadi 31 ekor penyu belimbing raksasa.

Baca juga: Kebun Raya Bogor akan kembali Dibuka untuk Wisata

Dari 31 ekor penyu belimbing yang bertelur pada tahun 2018 lalu ada sebanyak 3.706 butir telur penyu total keseluruhan.

Ia menjelaskan dari total keseluruhan yakni 3.706 butir, sebanyak 1.000 butir rusak dan yang berhasil menetas sebanyak 2.706 menjadi tukik.

Kelompok Penggiat Konservasi Penyu kampung Yenbekaki melakukan penangkaran terhadap tukik penyu tersebut agar terhindar dari serangan predator. Penangkaran tukik dilakukan paling lama dua minggu setelah telur menetas. Setelah benar-benar kuat dan dapat menghindari dari serangan predator barulah dilepaskan ke laut.

“Inilah hasil kerja Kelompok Penggiat Konservasi Penyu kampung Yenbekaki sepanjang tahun 2018 yang telah berhasil melepas sebanyak 2.706 ekor tukik penyu raksasa ke laut,” ujar Yusuf. (Umi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *