Milenianews.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) rencananya akan kembali membuka sekolah di tengah pandemi COVID-19. Tepatnya pada bulan Juli bertepatan dengan tahun ajaran baru 2020/2021.
Rencana dibukanya kembali sekolah, disambut dengan berbagai pendapat dan pandangan. Terutama dari para orang tua yang dengan tegas menolak untuk mengaktifkan kembali putra putrinya bersekolah.
Baca Juga : Depok kembali Perpanjang PSBB, Belum Siap New Normal
71 persen responden menolak sekolah dibuka saat masih pandemi

Hal itu bukan tanpa alasan, pertimbangannya, kurva kasus terinfeksi virus COVID-19 masih terus meningkat. Bahkan diketahui bersama beberapa hari yang lalu kasus terkonfirmasi hampir mencapai 1000 kasus dalam sehari.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sedang melakukan survei dengan menyasar orang tua, guru, anak sebagai responden untuk mendapatkan pandangan masing-masing mengenai rencana dibukanya lagi sekolah.
Melalui uji coba survei yang telah dilakukan KPAI pada Jumat (22/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyampaikan bahwa hasil survei tersebut.
Survei uji coba yang dibuatnya setelah enam jam diunggah dan mendapatkan 87 responden dari netizen yang merupakan guru, orangtua dan tenaga kesehatan, sebanyak 71% responden menyatakan tidak setuju.
Karena mayoritas dari mereka yang tidak setuju belum melihat kurva penurunan kasus terkonfirmasi. Apalagi kasus di Indonesia masih sangat tinggi di Asia Tenggara. Dan kasus anak-anak yang terpapar COVID-19 juga tertinggi di Asia.
Data yang dinyatakan oleh Dr dr Aman Bhakti Pulungan, selaku Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ada 3.324 anak bersatus PDP dengan jumlah pasien yang meninggal yaitu 129 anak. Kemudian yang terkonfirmasi positif ada 584 anak dengan 14 kasus meninggal.
Data yang diketahui oleh para orang tua tersebut, mereka menyatakan lebih mementingkan keselamatan anak dan guru. Mereka tidak ingin mengambil risiko untuk berdamai dengan virus sebagaimana disampaikan oleh Pemerintah.
Banyak juga orang tua yang menghubungkan dan belajar dari kasus dan kejadian di luar negeri. Di mana banyak anak-anak tertular virus usai kembali ke sekolah.
Baca Juga : Pandemi Corona, DPR RI Minta Sekolah Diliburkan
Contohnya kejadian di Prancis. Pada 11 Mei 2020 sekolah dan penitipan anak kembali dibuka, Setidaknya ada 70 kasus baru yang dilaporkan terdeteksi di sekolah-sekolah.
Di Finlandia juga ditemukan 17 siswa dan 4 guru terpapar virus usai sekolah kembali dibuka. (Umi/Ik)