Milenianews.com – Plasma darah dari pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh selama empat minggu mengandung anti bodi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu membuat vaksin untuk pencegahan menularnya Sars Cov-2 ini.
Plasma darah yang dimaksud merupakan plasma convalescent, yang mana plasma ini diambil dari pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh oleh tim medis.
Baca Juga : Yuk Kenali Perbedaan Bakteri, Kuman dan Virus
Beberapa rumah sakit di Amerika Serikat sudah menerapkan pengobatan plasma darah
Kepala Lembaga Eijkman Amin Subandrio mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk berupaya membuat obat terapi yang akan diberikan pada pasien COVID-19 dengan cara transfusi plasma convalescent.
“Plasma ini akan diberikan secara intravena. Diambil dari intravena, diberikan secara intravena. Jadi akan langsung masuk ke peredaran darah dan langsung tersebar ke seluruh tubuh tentunya,” kata Amin saat dikonfirmasi kompas.com. Senin (20/4).
Plasma darah pasien yang sudah sembuh ini mengandung antibodi. Dan antibodi ini bersifat spesifik, dia tidak akan berkaitan dengan antigen-antigen lain jadi antibodi itu akan menemui virus yang sudah menginfeksi tubuh pasien yang masih dalam keadaan sakit.
Beberapa rumah sakit di Amerika telah melakukan metode pengobatan menggunakan plasma darah dari pasien yang telah sembuh sejak awal April.
Baca Juga : Rapid Test tak Seharusnya Dijual Bebas
Inggris juga akan mencoba metode yang sama. NHS Blood and Transplant telah meminta beberapa orang pasien yang telah sembuh untuk mendonorkan darah mereka.
Harapannya antibodi yang terbangun dari pasien yang telah sembuh ini dapat membantu membersihkan virus pada pasien yang masih dalam keadaan sakit.(Umi)