Milenianews.com, Jakarta – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 5 wilayah di Jawa Barat, akan diterapkan mulai 15 April 2020 besok. Hal tersebut setelah Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto menyetujui pengajuan PSBB yang dicanangkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
Ke lima wilayah tersebut yakni Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi. PSBB di Bodebek ini akan berlaku selama 14 hari kedepannya.
Baca Juga : Tujuh Kegiatan Terlarang Selama PSBB di Jakarta
PSSB di Jawa Barat diterapkan selama 14 hari
Pengambilan keputusan PSBB mengingat, wilayah Bodebek termasuk dalam episentrum penyebaran virus Corona. Tentu diterapkannya PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Barat.
“Kami koordinasikan dan menetapkan PSBB di wilayah ini akan dimulai Rabu dini hari 15 April 2020 selama 14 hari,” kata Ridwan Kamil, dikutip KompasTV, Senin (13/4).
Kang Emil, sapaan akrabnya, akan melakukan evaluasi terkait penerapan PSBB di wilayah Jabar setelah diterapkan selama 14 hari. “Setelah 14 hari nanti kami evaluasi, apakah diteruskan atau dikurangi intensitasnya,” ucapnya.
Selain itu, Kang Emil juga akan berupaya memaksimalkan tes Covid-19 terhadap warga Jawa Barat selama pelaksanaan PSBB.
Targetnya, bisa mencapai 300 juta ribu tes yang dilakukan di Jabar. “Oleh karena itu kami sudah berkomitmen selama PSBB 14 hari ini.”
“Tes masif sebagai metode pelacakan persebaran virus akan kami maksimalkan,” ujar Emil.
Sementara, di Jawa Barat sendiri, sudah dilakukan 70.000 tes per hari. “Perhari ini sudah 70.000 tes masif dilakukan di Jawa Barat. Dan akan kami teruskan sampai target 100.000 dan seterusnya sampai target 300.000,” terangnya.
Baca Juga : Ini Syarat Ojol agar bisa Mengangkut Penumpang saat PSBB di Jakarta
Keputusan kebijakan PSBB sebelumnya sudah diterapkan DKI Jakarta pada 10 April silam. Keputusan tersebut juga dilakukan setelah ditandatangani Menkes dan untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Sampai tanggal 13 April kemarin, jumlah positif Corona di Indonesia mencapai 4.557 orang degan total sembuh 380 orang dan sebanyak 399 orang meninggal dunia. (Ikok)