News  

IKAGI Laporkan Keluh Kesah pada Erick Thohir terhadap Kepemimpian Dirut Garuda Ari Askhara

Milenianews.com, Jakarta – Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) bertemu dengan Meteri BUMN, Erick Thohir untuk menyampaikan keluh kesah mereka terhadap kepemimpinan I Gusti Ngurah Askhara Dana alias Ari Askhara.

Ada beberapa masalah yang dikeluhkan para awak kabin tersebut ke Erick Thohir. Diantaranya, terkait masalah mutasi besar-besaran tanpa sebab yang terjadi pada pramugari-pramugara. Serta bagi awak kabin yang tak mau di mutasi, harus siap tidak punya jadwal terbang atau grounded.

Baca Juga : Onderdil Harley Davidson di Pesawat baru Garuda Indonesia tidak Ilegal.

Paramugara, Zaenal Muttaqin menyebut, dirinya menjadi salah satu yang dilarang terbang. “Inilah yang menjadi perhatian kami untuk membuat aturan yang pasti. Terkait grounded itu tak ada dasar pastinya di dalam kerjasama,” katanya dikutip Kumparan.com, Selasa (10/12).

Selama grounded, awak kabin tak mendapat uang terbang dan hanya mendapat gaji pokok sebesar UMR dan beberapa fasilitas.

Pecat Semua Direksi Ari Askhara

Bahkan Putri Adelia, pramugari Garuda Indonesia, menginginkan agar seluruh direksi dibawah manajemen Askhara dipecat. Baginya, mereka orang-orang yang memperburuk citra perusahaan.

“Kita juga perlu menghapus orang-orang dibawah direksi yang punya strategi sama dengan Bapak Ari Askhara dan praktik buruk serta ilegal yang sama juga,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar kebijakan Ari justru merugikan perusahaan. “Kami berharap semua yang telah menjadi kegagalan direksi yang lama, yang sebelumnya, yang saat ini sudah turun tidak terulang lagi di kemudian hari. Khususnya semua yang telah merugikan perusahan, karyawan,” ucapnya.

Ia menceritakan terkait pemindahan homebase secara paksa dari Jakarta ke Makassar. “Sebelumnya saya sebagai awak kabin yang memiliki homebase di Jakarta. Saat ini saya dipindahkan dan dimutasikan ke Makassar tanpa menjalani prosedur atau peraturan yang diberikan dengan jelas kepada saya,” jelasnya.

Baca Juga : Petugas Bea Cukai Soetta Temukan Harley Davidson di Pesawat Baru Garuda Indonesia

Jatah Istirahat yang tak Cukup

Para awak kabin Garuda Indonesia juga tak mendapat waktu istirahat yang cukup, pada jadwal penerbangan Internasional. Para awak kabin tak diberi kesempatan untuk menginap saat menurunkan penumpang.

Jatah menginap hanya diberikan untuk para pilot dan co-pilot semetara para awak disuruh pulang pergi. (Ikok)

Sumber : Kumparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *