News  

Bayi 40 Hari Meninggal karena Diberi Makan Pisang oleh Ibunya

Milenianews.com, Jakarta – Kejadian memprihatinkan terjadi di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Seorang bayi berusia 40 hari meninggal karena tersedak pisang.

Kejadian tersebut terjadi karena ketidaktahuan Ibu nya yang memberi makan pisang pada sang bayi. Alasan tersebut dikatakan Kapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Ajun Komisaris Polisi Erick Sitepu.

Baca Juga : Luka/Nyeri di Payudara Pemicu Kanker? Begini Penjelasan Ahli

Hal tersebut dikatakannya setelah memeriksa Yuni Sari, Ibu sang bayi. “Bayi 40 hari sama ibunya dicoba dikasih makan pisang. Dia (ibunya) gak tahu kalau umur bayi itu 40 hari,” katanya dikutip Antara, Selasa (10/12).

Bayi berumur 40 hari belum boleh makan apapun selain ASI. Hal tersebut karena pencernaan sang bayi belum mampu mencerna berbagai makanan dengan baik. 

“Akibat ketidaktahuan tersebut, akhirnya bayinya meninggal,” sambung Erick.

Tidak ada Bekas Luka pada Bayi

Bayi berinisial AH merupakan anak kembar dari pasangan Yuni Sari (27) dan Husaeni (34), meninggal dunia saat dilarikan ke Pusekesmas Kebon Jeruk, Minggu (8/12) dinihari.

Berdasarkan hasil visum, penyebab kematian Sang bayi karena ada potongan pisang yang nyangkut di saluran pernafasannya.

Tak ada bekas luka yang ditemukan pada tubuh bayi. “Sudah visum di dokter, dalam tubuh korban gak di temukan luka atau bekas kekerasan. Itu murni ketidaktahuan ibunya itu,” paparnya.

Atas dasar itu pula, Yuni di bebaskan dari kurungan penjara, karena meninggalnya sang anak.

Sementara, AH, sang bayi sudah dimakamkan keluarganya di TPU kawasan Kedoya Utara, Kebon Jeruk setelah di visum.

Baca Juga : Mahasiswa ITB Meninggal Dunia setelah 7 Hari tak Tidur Kebut Skripsi

Penting bagi seorang Ibu mengetahui mengenai rentang umur bayinya. Selain itu, pencernaan bayi baru lahir belum kuat dan belum matang, serta sangat rentan terkena infeksi. 

Dikutip Hallosehat.com, pemberian ASI bisa membantu pertumbuhan bakteri baik dalam usus, yang akan membantu pematangan pencernaan bayi. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *