Panduan Memaksimalkan Ramadhan

Judul buku: Tafsir Ayat-Ayat Puasa

Penulis: Dr. KH. Syamsul Yakin MA.

Penerbit: Zahir Publishing

Cetakan: II, Januari 2024

Tebal: viii+123 hlm

 

Milenianews.com, Ngobrolin Buku– Ramadhan sudah di depan mata. Bulan yang dirindukan oleh orang-orang saleh dan menginginkan kebaikan yang besar di bulan yang penuh berkah ini.

Terkait hal tersebut, buku yang ditulis oleh Dr. KH. Syamsul Yakin MA.  ini sangat cocok dibaca sebagai bekal menyambut Ramadhan. Buku yang  merupakan kumpulan artikel lepas di Republika Online dan harian Jurnal Depok ini menyajikan secara ringan namun padat berisi tentang sejarah puasa dan Ramadhan, keutamaan Ramadhan, tuntunan berpuasa, zikir  di bulan Ramadhan, pentingnya zakat, hingga puncak Ramadhan, yakni Idul Fitri.

Penulis – yang merupakan dosen Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah  Jakarta dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Akhyar  Parung Bingung, Depok, dan Pondok Pesantren Madinatul Quran Sawangan —  mengumpulkan sebanyak 38 artikel yang semuanya mempunyai benang merah terkait puasa.

Yang sangat menarik, meskipun tiap artikel relatif  pendek  dan penyajiannya ringan, namun semuanya digali dari berbagai referensi kitab yang masyhur dan berbahasa Arab.

Membaca buku ini, kita akan mendapatkan banyak sekali hikmah yang bisa langsung kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya dalam memaksimalkan Ramadhan yang hanya datang sekali dalam setahun.

Misalnya tentang keutamaan puasa. “Bagi kita puasa adalah kesempatan besar untuk memperbaiki diri. Kita tahu watak dasar manusia adalah menyimpang, itulah mengapa puasa diperintahkan berkali-kali agar bertakwa.” (hlm 11)

Dalam artikel yang lain, penulis menegaskan bahwa berpuasa itu lebih baik, bahkan bagi orang yang sedang mengalami ujian fisik sekalipun. “… puasa itu melatih jasmani dan ruhani, memperkuat iman dan takwa, serta malu kepada Allah. Oleh karena itu orang tua, lemah fisik, sakit kronis, pekerja berat, hamil dan  menyusui , berpuasa itu lebih baik dari membayar fidyah. Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Puasa adalah separuh dari kesabaran.’ (HR Ibnu Majah).” (hlm 33)

Penulis memberikan tamsil Idul Fitri sebagai hari pembagian piala. “Hari ini adalah pembagian tiga piala. Pertama, piala bertakwa. Kedua, piala bersyukur. Ketiga, piala selalu dalam kebenaran. Ketiga piala  ini terkait tujuan ibadah puasa yang memang ada tiga. Pertama, ‘Agar kalian bertakwa.’ (QS. al-Baqarah/2: 183). Kedua, ‘Agar kalian bersyukur.’ (QS. Al-Baqarah/2: 185)  Ketiga, ‘Agar mereka memperoleh kebenaran.’ (QS al-Baqarah/2: 186).” (hlm 109)

Di akhir bukunya, penulis menegaskan apa yang harus dilakukan oleh  seorang muslim agar dirinya tetap fitri selepas Ramadhan. “… untuk menjaga fitri selepas Ramadhan ini kita harus memotivasi diri untuk terus-menerus meningkatkan intensitas hablumminallah dan hablumminannas.” (hlm 113)

Buku ini tidak hanya sangat tepat dibaca oleh setiap Muslim dalam rangka menyambut dan memaksimalkan Ramadhan, tapi juga bisa menjadi bekal berharga bagi para dai untuk menyiapkan materi ceramah di bulan Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *