Milenianews.com, Jakarta – Hampir empat tahun suporter tim tamu belajar satu hal yang cukup menyebalkan: mendukung klub rupanya bisa dilakukan dari rumah, tetapi atmosfer stadion jelas tidak bisa dikirim lewat paket ekspedisi. Kini, kabar baik akhirnya datang. Suporter away kembali mendapat izin hadir di stadion pada Super League 2026/2027.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memastikan larangan suporter tim tamu resmi dicabut setelah FIFA memberikan restu. Kebijakan tersebut menjadi babak baru setelah pembatasan diterapkan pascatragedi Kanjuruhan pada 2022.
Baca juga: Liga 1 2021 Dapat Lampu Hijau dari Kepolisian, Segera Bergulir?
Kembali, tetapi Tidak Sebebas Dulu
Pencabutan larangan bukan berarti suporter away bisa langsung membeli tiket, naik kendaraan, lalu muncul di stadion mana pun sesuka hati.
FIFA memberikan restu dengan sejumlah catatan. Klub dan suporter wajib mematuhi aturan keselamatan serta pembatasan yang telah ditetapkan I.League.
Menurut Ferry, keputusan tersebut lahir setelah kondisi terkait suporter away dinilai semakin membaik. Persoalan yang melibatkan pendukung tim tamu disebut semakin minim sehingga I.League kembali mengajukan proposal kepada FIFA.
Perjalanan untuk mendapatkan izin itu pun tidak sebentar. I.League harus memastikan bahwa kembalinya suporter away tidak menjadi tiket menuju masalah baru.
Polisi Tetap Punya Kata Terakhir
Kehadiran suporter tim tamu juga tidak otomatis berlaku untuk seluruh pertandingan. Faktor keamanan dan rekomendasi kepolisian daerah tetap menjadi pertimbangan utama.
Artinya, ada pertandingan yang boleh dihadiri suporter away dan ada pula yang masih harus menggunakan mode “nonton dari rumah”.
Laga dengan rivalitas tinggi menjadi perhatian khusus. Pertandingan Persebaya melawan Arema serta Persija menghadapi Persib masih dipastikan tanpa kehadiran suporter tim tamu.
Keputusan tersebut diambil karena pertandingan dengan rivalitas tinggi memiliki risiko keamanan yang lebih besar.
Ujian Baru Sepak Bola Indonesia
Kembalinya suporter away bukan sekadar soal memenuhi tribun. Kebijakan ini juga menjadi ujian apakah sepak bola Indonesia benar-benar sudah belajar dari masa lalu.
I.League meminta klub dan suporter tidak mencari celah untuk mengakali aturan. Semua pihak diminta mematuhi batasan agar kebijakan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sebab, kesempatan kembali ke stadion ini bukan sekadar hadiah. Ia lebih mirip ujian praktik.
Baca juga: Persib Juara Liga 1, Walikota Bandung Minta Bobotoh Tetap Tertib Dalam Perayaan Juaranya
Jika berjalan aman, pintu tribun bisa semakin terbuka. Namun jika kembali muncul persoalan, jangan heran jika pintunya kembali ditutup.
Untuk sementara, setidaknya suporter tim tamu sudah mendapatkan kabar yang selama ini ditunggu perjalanan menuju stadion akhirnya kembali memiliki tujuan, bukan sekadar kenangan.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













