News  

Suku Bunga KUR Turun menjadi 6 Persen, Syahrul : Petani Mudah Mendapatan Dana KUR

Menteri Pertanian Syahrul Limpo

Milenianews.com, Jakarta – Suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) turun menjadi 6 persen, sementara plafon KUR bertambah dari 140 triliun menjadi 190 triliun rupiah.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, turunnya bunga KUR akan mempermudah petani untuk mendapatkan kredit usaha rakyat.

Syahrul menyebut, pihaknya masih terus mencari solusi untuk membuka akses lebih lebar bagi petani dalam mendapatkan KUR tersebut.

“Para petani sudah tahu ini tanpa anggunan, tapi kenyataannya di lapangan tidak seperti apa yang ada. Ini kita cari solusinya,” katanya dikutip Antara, Rabu (13/11).

Baca Juga : Hari Kesehatan Nasional, Menkes : JKN sangat Dibutuhkan Masyarakat

Pengembangan UMKM

Pemerintah membuat kebijakan penurunan suku bunga KUR menjadi 6 persen, karena ingin memperbanyak jumlah UMKM. Presiden Joko Widodo juga berharap UMKM bisa naik kelas, agar setiap investasi selalu menggandeng perusahaan lokal.

“Pengusaha lokal bisa mendapatkan manfaat dari investasi di sebuah daerah. Misalnya pembangunan jalan tol, bandara, beri ruang pada pengusaha mikro kecil dalam rantai pasok,” kata Presiden seperti dikutip Liputan6.com.

Sementara total akumulasi plafon KUR Mikro untuk sektor perdagangan juga mengalami perubahan. Asalnya 100 juta menjadi 200 juta rupiah. Untuk KUR Mikro sektor produksi tidak dibatasi.

Perubahan KUR juga diharapkan bisa mendorong percepatan pertumbuhan UMKM. Total unit usaha UMKM mencapai 99,9 persen dari total unit usaha. Hal tersebut membuat UMKM menjadi penting dan strategis bagi perekenomian Indonesia.

Alokasi Penyaluran Dana Lebih Besar ke Sektor Pertanian

Syahrul juga mengungkapkan, untuk para petani akan digunakan sistem klaster (pengelompokkan) dalam penyaluran KUR tersebut. Hal itu menjadi salah satu solusi dari Menteri Pertanian agar para petani merasakan manfaatnya secara nyata.

“Salah satu bentuk pengendaliannya harus ada tingkatannya ke bawah melalui organisasi. Tidak diatas penentuannya sehingga kita bisa betul-betul lihat,” papar Syahrul.

Baca Juga : Jokowi tak Ingin Lagi ada Impor-Impor

“Pengelompokkan dan sistem kluster menjadi bagian dari pengendalian yang membutuhkan gerakan yang lebih efektif.”

Kenaikan plafon KUR 2020 bisa sejalan dengan adanya alokasi penyaluran dana yang lebih besar ke sektor pertanian. “Hari ini kita mendapat kepastian ada peningkatan KUR, pastinya pertanian membutuhkan itu lebih banyak,” jelasnya. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *