Refleksi Ketidaksempurnaan

Gunawan Yasni. (Foto: Istimewa)

Milenianews.com, Mata Akademisi—

Kita punya terlalu banyak pertanyaan…

Kita tidak punya jawaban pasti…

Semua akan dimulai & disampaikan pada tujuan tertentu.

 

Tidak bisakah kita melihat apa yang Allah Ta’ala ingin kita lihat?

 

Kita akan membiarkan Allah Ta’ala yang menentukan masa depan kita…

Sebagaimana Dia memutuskan masa lalu kita…

Dan menjadikan kita di saat ini.

 

Terlepas dari ini semua…

Syukur kepada Allah Ta’ala atas semuanya…

Puji syukur kehadirat Allah Ta’ala yang telah menciptakan Muhammad Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wassallam untuk kita semua.

Naik Turunnya Syariah

Dunia ekonomi syariah termasuk keuangan syariah berkembang diawali dengan sesuatu yang asing dipahami oleh masyarakat banyak. Dari tahun ke tahun upaya kami untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah selalu mengalami riak-riak kecil dan besar. Riak-riak yang dalam ilmu ekonomi dan keuangan adalah downturn  & upturn  atau bottom  & peak  adalah suatu hal yang harus diantisipasi sebagaimana Nabi Yusuf ‘alaihissalaam melakukannya di masa amanahnya sebagai Wazir Mesir.

Keberhasilan Nabi Yusuf alaihissalaam dalam mengantisipasi ups  & downs   adalah dengan penyampaian komunikasi dan akhlaq yang baik untuk prosesnya pada keadaan baik maupun buruk sekalipun. Bahkan hadits penghujung para Nabi yaitu Muhammad shalallaahu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa tidaklah dia diutus oleh Allah Ta’ala  kecuali untuk menyempurnakan akhlaq.

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlaq.” (H.R. Al-Baihaqi).

Jika Rasulullaah Muhammad shalallaahu ‘alaihi wassallam saja diutus untuk penyempurnaan akhlaq, maka dalam diri dan internal individu maupun institusi ekonomi  dan  keuangan syariah perlu senantiasa melihat kepada internal diri yang merefleksikan ketidaksempurnaan. Bahkan akan selalu ada room for improvement  keperluan akan adanya updating  dan upgrading  kondisi internal kita masing-masing.

Pertaubatan Rasa Bersalah

Para pegiat ekonomi  dan  keuangan syariah mari kita senantiasa memelihara rasa bersalah di dalam diri kita sehingga kita senantiasa bertaubat dan selalu dicintai Allah Ta’ala sebagaimana yang Allah katakan dalam Surah Al Baqarah (2) : 222. “Sungguh Allah mencintai orang-orang yang senantiasa bertaubat dan mensucikan diri.” Syarat bertaubat yang utama adalah meminta maaf atas kesalahan terhadap sesama dan kepada Allah Ta’ala agar Allah Ta’ala memberikan jalan keluar dan kemudahan dari arah mana-mana saja yang kita tidak duga.

Penulis terinformasikan bagaimana pegiat ekonomi konvensional terutama pimpinan utamanya punya kesadaran yang mumpuni menyampaikan permintaan maaf formal atas keterlambatan pelayanan institusinya yang cuma beberapa jam dalam  satu  hari karena gangguan internal teknologi informasi sebagai bentuk empati pimpinan tersebut kepada nasabah-nasabah dengan jumlah yang banyak. Alangkah baiknya jika pimpinan-pimpinan utama jajaran pegiat ekonomi dan keuangan syariah kita melakukannya dengan lebih baik dari itu.

Permintaan maaf dan cepat serta tanggap terhadap berbagai permasalahan sebagai bentuk empati kepada para nasabah yg mengalami kendala teknologi informasi menjadi sangat penting untuk menjaga keikhlasan para nasabah sehingga kendala-kendala yang ada bisa cepat terkendali. Juga diikuti oleh sosialisasi yg baik, cepat dan cermat serta antisipatif terhadap perubahan-perubahan pada teknologi informasi tersebut.

Akhlaq Komunikasi

Penulis meminta maaf atas kritik yang dirasakan menimbulkan polemik  dan  pergolakan di internal maupun eksternal para pegiat ekonomi dan  keuangan syariah. Penyampaian kritik ini didasari atas rasa sayang dan kepedulian spiritual serta profesional kepada para ikhwah dan  akhwat individu dan institusi pegiat ekonomi dan  keuangan syariah di mana saja berada.

Penulis mengajak kepada diri sendiri dan segenap para individu maupun institusi pegiat ekonomi dan keuangan syariah untuk terus memperbaiki dan meningkatkan akhlaq komunikasi yang baik berlandaskan penyempurnaan akhlaq yang menjadi tujuan utama Rasulullaah Muhammad shalallaahu ‘alaihi wassallam. Mari kita saling memaafkan atas segala kekhilafan dan kesalahan agar dapat memperoleh solusi-solusi terbaik dari Allah Ta’ala untuk meningkatkan pelayanan dan pemanfaatan ekonomi dan keuangan syariah yang berlandaskan kepada pegutusan Allah Ta’ala kepada Rasulullaah Muhammad shalallaahu ‘alaihi wassallam yaitu membawa rahmat kepada seluruh alam.

Penutup  dan  Doa

Wallaahul muwafiq ila aqwamith thariiq. Fastabiqul khayraat.

Dan Allah adalah pendamai ke jalan yang paling lurus. Maka berlombalah untuk berbuat kebaikan.

Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki, pasti akan menjadi mudah. Aamiin.

Penulis: M. Gunawan Yasni, Ahli Keuangan Syariah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *