Milenianews.com, Kuala Lumpur, 12 Mei 2026, Mahasiswa Institut SEBI Depok dari Kelompok Studi Ekonomi Islam Islamic Economic Forum SEBI (KSEI IsEF SEBI) sukses melaksanakan kegiatan Study Visit Goes to Malaysia 2026, tanggaaal 12 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia ini menjadi momentum berharga bagi para delegasi mahasiswa untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan zakat dan wakaf di negeri jiran.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari KSEI IsEF Institut SEBI berupaya memperluas wawasan serta memperkuat pemahaman terkait perkembangan ekonomi syariah di tingkat global, khususnya dalam pengelolaan zakat dan wakaf berbasis inovasi dan teknologi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh KSEI IsEF tersebut diikuti oleh 15 delegasi mahasiswa Institut SEBI dan dipimpin langsung oleh Chairman KSEI IsEF, Muhammad Hamdan. Dalam rangkaian kegiatan, delegasi melakukan kunjungan dan talkshow bersama lembaga zakat terkemuka Malaysia, yakni Pusat Pungutan Zakat (PPZ).


Kedatangan mahasiswa dari KSEI IsEF Institut SEBI disambut hangat oleh pihak PPZ Malaysia. Dalam sambutannya, pihak PPZ menyampaikan apresiasi atas semangat dan keberanian mahasiswa Institut SEBI yang mampu melaksanakan study visit internasional secara mandiri tanpa pendamping dosen. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk kesungguhan generasi muda dalam mengembangkan ekonomi syariah di tingkat global.
Perwakilan PPZ, H. Khairulazhar Samsudin, turut memaparkan perkembangan ekonomi syariah di Malaysia serta menjelaskan sistem pengelolaan zakat yang terintegrasi dengan Majelis Agama di setiap wilayah. “Sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah menjadi salah satu faktor utama optimalisasi penghimpunan dan pendistribusian zakat di Malaysia,” kata Khairulazhar Samsudin.
Sesi utama kemudian disampaikan oleh Aiman yang membahas secara mendalam mengenai pengelolaan zakat dan wakaf di Malaysia. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu kunci keberhasilan pelayanan zakat di Malaysia.
“Masyarakat kini dapat melakukan pembayaran zakat melalui berbagai platform digital seperti website, aplikasi mobile, hingga layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI),” ujarnya.
Selain itu, dijelaskan pula bahwa zakat penghasilan menjadi jenis zakat dengan kontribusi terbesar di Kuala Lumpur. Menariknya, zakat dan wakaf di Malaysia juga memiliki keterkaitan dengan sistem perpajakan sehingga mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat.
Tidak hanya mempelajari sistem zakat, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai berbagai strategi kampanye yang dilakukan PPZ dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya zakat dan wakaf. Diskusi berlangsung aktif dan interaktif, terutama saat membahas perbedaan sistem pengelolaan zakat antara Indonesia dan Malaysia, baik dari sisi penghimpunan maupun pengelolaan wakaf.


Salah satu peserta kegiatan mengungkapkan kesannya selama mengikuti study visit tersebut. “Melalui kegiatan ini kami mendapatkan wawasan baru terkait pengelolaan zakat dan wakaf di Malaysia, khususnya pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pelayanan zakat. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” ujarnya.
Chairman KSEI IsEF juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi kunjungan akademik semata, tetapi juga menjadi langkah awal lahirnya kolaborasi dan inovasi baru antar lembaga ekonomi syariah di Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat dan bingkisan sebagai simbol apresiasi serta dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi penutup yang mengesankan dalam agenda internasional tersebut.
Melalui kegiatan Study Visit Goes to Malaysia 2026, KSEI IsEF berharap mahasiswa SEBI dapat terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas jejaring internasional, serta menjadi generasi muda yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah yang modern, inovatif, dan berkelanjutan.














