Desa Karangmukti

Milenianews.com – Desa Karangmukti merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Desa ini sudah berdiri sejak tahun 1978, hasil pemekaran dari Desa induk yaitu Desa Karang Satu.

Sejak berdiriya sampai saat ini, Desa Karangmukti telah berganti kepala Desa sebanyak 7 kepala Desa. Kecamatannya bernama Karangbahagia, hasil pemekaran dari kecamatan Cikarang, yang saat ini bernama Cikarang Utara.

ADOP

Baca Juga : Desa Terisolir yang Pernah Ganjar Pranowo Kunjungi Ramai Wisatawan

Berbatasan dengan kecamatan Sukakarya di utara, kecamatan Pebayuran dan Kedungwaringin di timur, kecamatan Cikarang Timur dan Cikarang Utara di
selatan, dan kecamatan Sukatani di sebelah barat.

Indonesia disebut sebagai Negara Agraris karena sebagian besar mata pencaharian
masyarakatnya di sektor pertanian. Dimana kegiatan produksinya memanfaatkan lahan atau tanah sebagai faktor produksi utama.

Lahan pertanian yang begitu luas, subur, serta sumber daya alam yang begitu melimpah adalah Anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang harus kita jaga
dan syukuri sampai saat ini dan yang akan datang.

Begitupun dengan masyarakat yang ada di desa Karangmukti, kegiatan produksi dan
pemanfaatkan lahan atau tanahnya sebagai faktor produksi utama. Seperti menanam padi, berkebun, serta membudidayakan ikan konsumsi, hasil kelola mandiri maupun kelompok.

Kegiatan tersebut, sudah menjadi mata pencaharian di Desa Karangmukti, dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat disekitarnya. Selain itu, juga dapat dengan mudah memperoleh hasil pertanian demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari warganya.

Budaya kearifan lokal disini, secara turun temurun juga tetap di jaga sampai saat ini.
Pemerintah setempat akan mengembangkan Desa Karangmukti sebagai Desa Wisata
Pertanian, karena banyak potensi yang mendukungnya sebagai destinasi wisata yang baru di wilayah Kabupaten Bekasi.

Sselain memiliki pemandangan pesawahan kurang lebih 439 hektar, di Desa Karangmukti juga ditemukan reruntuhan batu-bata yang diduga memiliki nilai historis sejarah tinggi yang di bangun pada zaman kolonial Belanda.

Pemandangan pesawahannya yang begitu indah, juga terdapat “Embung Batu
Beureum” yaitu penampungan air, yang dapat mengairi persawahan kurang lebih 60 hektar.

Potensi-potensi ini yang akan dikembangkan untuk menjadikan Desa Karangmukti sebagai desa wisata pertanian, dengan banyak manfaat yang dapat menunjang perekonomian masyarakat sekitar.

Selain bertani, beternak, warganya juga membuat pupuk atau mengolah jerami untuk budidaya jamur pasca panen yang dapat juga di kembangkan oleh petani disana.

Embung Air Batu Beureum, terletak di Kampung Lemahabang Desa Karangmukti
Kecamatan Karangbahagia Kabupaten Bekasi, yang didirikan pada tahun 2019. Tempat tersebut dibangun oleh Pemkab Bekasi untuk tempat penampungan air untuk pengairan sawah petani, apabila mengalami kekeringan di area tesebut.

Pada saat pembangunannya, di tempat tak jauh dari situ juga ditemukan artefak berupa koin liontin yang diduga dari tahun 1899. Koin liontin itu diperkirakan di buat pada zaman kolonial Belanda.

Selain koin liontin, juga ditemukan artefak lain, yaitu batu bata merah yang mirip bekas bangunan kuno. Penemuan benda sejarah yang tersebut sempat menghebohkan lingkungan disekitarnya.

Baca Juga : Rangkaian Acara Festival Pamalayu Kabupaten Dharmasraya

Embung Batu Beureum banyak didatangi masyarakat. Pihak desa setempat menjadikan sebagai tempat wisata baru dan pertama yang ada di Desa Karangmukti. Letaknya yang berada ditengah pemukiman warga dan area persawahan menambah keindahan kampung tersebut.

Juga, terdapat banyak makam-makam kuno yang cukup besar yang berdampingan dengan rumah masyarakat sekitar. Menambah nilai dan patut ditelusuri saat datang mengunjunginya.

Embung Batu Beureum memiliki luas kurang lebih 8000 meter yang dapat mengairi
pesawahan sekitar 50-60 hektar. Selain di fungsikannya mengairi sawah, Embung Batu Beureum juga diproyeksikan sebagai tempat wisata air dan wisata sejarah karena adanya penemuan benda-benda bernilai historis sejarah.

Fenomena penemuan Batu Merah di kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah dengan koin liontin bertuliskan Belanda tahun 1899.

Lokasi Embung Batu Beureum sudah diupayakan pengelolaannya oleh Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes), dengan membentuk kelompok sadar Wisata (Pokdarwis) dan melibatkan Karang Taruna setempat untuk pengelolaannya.

Warga sekitar dan kepala Desa pun berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendukung upaya eksplorasi potensi wisata Embung Batu Beureum, untuk mewujudkan Desa Karangmukti sebagai Desa wisata dan menjadi Ikon yang
Desa Karangmukti.

Saat banyaknya wisatawan datang, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarpun, akan meningkat. Pasalnya, masyarakat bisa membuka usaha seperti rumah makan, tempat jajanan atau kios-kios sederhana yang menjual oleh-oleh dan
kerajinan produk yang dikembangkan.

Desa Karangmukti yang semula hanya kampung halaman biasa, sekarang menjadi adalah kampung halaman yang begitu indah, asri, dan bernilai historis
sejarah yang tinggi.

Baca Juga : Pesona Curug Piit, Rekomendasi Wisata Alam di Bogor

Jadi selain persawahannya yang begitu luas, juga bisa dikembangkan menjadi Desa Wisata, ditambah adanya penemuan artefak Batu Merah yang mirip bangunan kuno diduga dari tahun 1899 diperkirakan di buat pada zaman kolonial Belanda.

Tentu, itu menambah nilai historis sejarah yang berada di Desa Karangmukti
yang tidak dimiliki oleh desa lain. Sejatinya, apa yang sudah di Anugerahkan Tuhan patutlah kita jaga kelestariannya.

 

Tulisan Karya : Suhendi, dalam lomba menulis artikel dari Milenianews tentang “Keindahan Kampung Halaman yang Belum Terjamah”.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here