Menikmati Senja

Milenianews.comSiapa yang tidak suka melihat senja? Apalagi jika matahari di sore hari mulai terbenam. Cahaya berwarna oranye yang indah akan memanjakan mata ditambah semilir angin sepoi-sepoi membuat siapapun betah berlama lama menetap.

Sama dengan kalian aku juga suka melihat senja dan senang memotret keindahan senja di sore hari.

ADOP

Baca Juga : Mengenal Seven Summit Indonesia, Sudah Naik Gunung Kemana Aja?

Belum lama ini aku menemukan hal yang membuatku takjub sekaligus terkejut. Yuk langsung simak ceritaku menilik keindahan alam di kampung halaman.

Aku sering menyusuri desa untuk sekadar melihat pemandangan yang asri. Tapi baru kali ini, aku menemukan surga tersembunyi ada di desaku. Pemandangan yang membuat ku kagum melihatnya.

Terdapat hamparan sawah yang luas dan hijau, terpampang jelas saat itu. Tak jauh
dari hamparan sawah, ada jalur kereta api yang panjang dan siap mengantarkan penumpang dari kota Lampung menuju Palembang.

Keesokan harinya, aku pergi kesana lagi di pagi hari, melihat para petani membawa sepeda mengangkut padi, dan ramai anak-anak kecil menunggu kereta lewat.

Senyum ku terpatri dan bersama angin pagi yang sejuk langkah kakiku mulai bergerak agak jauh. Terlihat jelas ada pagar tinggi saat melewati jalan setapak, penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, aku mulai masuk ke dalam pagar tinggi tersebut.

Sesampainya di dalam, aku melihat beberapa pondok bambu yang pas untuk piknik keluarga. Lalu tepat disamping pondok bambu, terdapat irigasi yang berguna untuk mengalirkan air ke sawah. Aku berencana kembali ke tempat ini saat sore nanti bersama temanku.

Saat sore tiba, kembalilah aku ke tempat itu, ternyata ramai warga desa yang juga datang ke tempat tersebut. Ada yang membawa tikar dan makanan, ada juga remaja yang membawa gengnya untuk sekadar berfoto.

Aku dan teman ku duduk di salah satu bangku kayu dan ngobrol, bersama salah satu ibu-ibu yang menyuapi anak balitanya

“Apa memang setiap sore tempat ini ramai ya bu?,”’ tanya ku penasaran.

“Iya neng, tempat ini memang sengaja dibangun warga desa untuk bercengkrama. Ya itung-itung melepas penat setelah seharian mengurus sawah dan ladang,” jawabnya.

“Wah baru tau saya bu, tempatnya memang cocok didatangi saat sore ya bu, adem suasana nya,” tutur ku antusias.

“Gak cuma sore aja neng, malam juga tempat ini ramai. Ada anak muda yang asik main gitar, sampe bapak-bapak yang sering main catur. Secara gak langsung tempat ini juga yang membuat penduduk desa semakin akrab,” balasnya ramah.

Tak terasa aku lama barbincang dengan ibu-ibu tadi, hari sudah semakin sore dan kami beramai-ramai melihat matahari mulai terbenam dan memancarkan cahaya oranye nya.

Di saat yang bersamaan, terdengar suara kereta penumpang, lewat warga desa mulai bersorak menikmati hal tersebut.

Sekian cerita pengalamanku menemukan keindahan kampung halaman yang belum terjamah, menikmati senja di tengah hamparan sawah.

Sungguh benar-benar berbeda dengan suasana di kota. Di kampung halamanku, aku bisa menikmati keindahannya, tanpa harus bercampur dengan asap kendaraan.

Di kampung halaman pula, aku tak harus terjebak dengan rutinitas yang padat
serta jalanan yang macet. Jujur keindahan di kampung halaman akan selalu membuatku rindu. Gimana pengalaman kalian di kampung halaman? Pasti tak kalah seru dari cerita ku kan.

 

Tulisan Karya : Putri Hasanah, dalam lomba menulis artikel dari Milenianews tentang “Keindahan Kampung Halaman yang Belum Terjamah”.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here