Beranda Kertas Kosong Cerbung Suatu Saat Nanti Bagian 3

Suatu Saat Nanti Bagian 3

Beberapa hari berlalu, saat malam tiba, aku sedang berdiri didekat jendela sembari memandang langit yang penuh dengan bintang-bintang yang bertaburan indah, seketika aku teringat pada sesuatu, langsung saja aku berlari ke tempat tidur dan ku ambil ponsel lalu aku buka Facebook.

Rupanya aku mendapat sebuah pesan, saat kulihat pesan itu alangkah terkejutnya aku ternyata aku mendapat pesan dari pria itu.

“P”

“Hay,” singkatnya ,…

“Hay juga,” langsung saja ku balas ditambah dengan emoji senyum.

“Boleh kenalan?”

“Boleh…”

“Ohh iya siapa namanya?,”

“Mila,”

“Oh iya, aku Rescha, temen-temen panggil aku Eza tapi terserah mau panggil apa hehe ,salam kenal yaa,” balasnya sedikit lucu.

Spontan saja ku balas, “Panggil Caca aja yaa, salam kenal kembali.”

“Lhaa ko Caca?,” tanyanya terheran-heran, karena namanya tak ada kaitannya dengan panggilan Caca.

“Iyah itukan ujungnya Cha hehe,!!!”

“Ohhh hehee itu dibacanya jadi ‘Ka‘ bukan Ca,.. ” jelasnya padaku.

“Ohh iyadeh aku panggil AKA aja yaa,”

“Hemmm boleh-boleh,” jawabnya

“Aku juga panggil kamu Ade ya , Boleh kan?!,” pintanya padaku, seperti merayu.

“Hemmm boleh-boleh,” balasku.

“Dihh bisa aja yaa, Ohh iya tinggal dimana de ?,”

“Disimpenan pasapen ka, aka sendiri tinggal di daerah mana ?,”

“Aka tinggal diplara de, boleh lah kapan-kapan main kerumah ya?!!”

“Hehehe boleh.”

Semenjak hari itu kita sering chattingan di WhatsApp, berbulan-bulan lama nya sampai suatu hari di senja yang mulai memudar dia bertanya.

“Kapan kita ketemu de?!! ,” pesan singkatnya seketika itu mengejutkanku, akupun bingung harus membalas apa dan langsung terdiam membisu.

Hingga ku putuskan untuk kembali bertanya.

“Ada apa ka?”

“Aka pengen ketemu sama Ade, pengen ngobrol, pengen becanda kaya kita kalo lagi Chattan,” balasannya semakin membuatku bimbang.

“Kapan-kapan ya ka, kita pasti ketemu ko,” seketika itu langsung ku tinggalkan percakapan karna tak ingin dia kecewa karena jawaban ku yang tidak pasti.

***

Ku temui ibu yang sedang duduk membaca majalah diruang tamu ,ku hampiri dan ku dekap tubuhnya.

Dengan manja aku bertanya.

“Bu besok kita cek-up ya,”

“Iyah sayang, bangun pagi-pagi ya biar gak macet,”

“Iya, Buu?” panggil ku lagi dengan manja.

“Kenapa?”

“Mila suka sama seseorang,….”

Seketika itu ibu terdiam dan mulai bertanya-tanya, “Siapa dia? Tinggal dimana?” dan hal lainnya.

“Mila belum pernah ketemu sama dia Bu, Mila malu, Mila gak pede hehe,”

Aku hanya bisa tersenyum memandang wajah ibu yang terlihat seperti orang kebingungan,

“Sudahlah nanti Mila perkenalkan kalo sudah waktunya,” lanjutku lagi.

“Yasudah tapi jaga hati kamu baik-baik ya, jangan sampai sakit hati,” tegas ibu padaku, sudah jelas jika orang tua tidak ingin anaknya tersakiti.

“Insha Allah enggak Bu, Mila yakin dia orang baik.”

“Yasudah ibu percaya padamu,” ucap ibu sembari menutup majalah yang sedang ia baca dan bergegas pergi ke kamarnya.

***

Hari ini jadwal cek-up, dan ternyata rumah sakit yang sering ku datangi itu jaraknya lumayan dekat dengan tempat dimana Rescha tinggal.

Semalam aku mendapat kabar jika kakeknya Rescha sedang sakit dan di rawat dirumah sakit yang sama denganku, aku berkesempatan untuk bisa melihatnya, sudah lama sekali aku tidak melihatnya.

“Mila ayo buruan, udah jam 08:00 nih, kamu mah kalo dandan suka lama deh, keburu kesiangan nih,” teriak ibu hingga membuat ku gelisah karena belum selesai juga.

“Pak Reza udah nungguin nih,” teriaknya lagi. Pak Reza adalah Supir taksi online langganan kami yang kebetulan memang tetanggaan.

Aku segera berlari keluar dengan terburu-buru hingga tak sadar jika sepatuku berbeda sebelah dan terpaksa harus kembali ke kamar –maklum lah aku suka lama kalo dandan-.

“Iya iya ibu ayo,” gerutuku sembari membuka pintu mobil yang didalamnya sudah ada ibu dan pak Reza.

 

Di sepanjang perjalanan kulihat pohon-pohon besar menjulang tinggi, dari balik jendela mobil, ku pandangi langit yang biru, terlihat begitu banyak asa yang tergantung disana, hatiku mulai berdamai dengan keadaan semangat ku pun kembali membara,

“Tuhan, hari ini izinkan aku bertemu dengannya,” batin ku berucap hingga tak sadar jika kami sudah sampai diparkiran rumah sakit, sekitar pukul 10.00 pagi.

“Pak tunggu disini yah kami gak akan lama ko,” ucap ibu pada pak Reza.

“Siap Bu , sampai kapan pun saya tunggu,” sahut pak Reza dengan gaya bicara yang menjadi ciri khas nya, senyumannya terlihat polos sekali.

Karena memang hari ini adalah jadwal-ku, maka langsung saja masuk ke ruangan dokter itu, dokter Asep namanya orang yang ramah dan selalu tersenyum.

“Permisi dok!,,”

“Iyah silahkan masuk, Hay mila apa kabar?,” sapanya sembari tersenyum.

“Mila baik dok,” jawabnya sambil duduk.

“Syukurlah,”

Dokter Asep pun segera memeriksa keadaan ku, tak lama kemudian aku pun selesai diperiksa.

“Bagus, Kondisi kamu sekarang jauh lebih baik, hanya tinggal beberapa bulan lagi,”

Aku pun gembira mendengar perkembangan itu, tak sabar rasanya ingin segera bertemu dengan Rescha, aku pun bergegas keluar dan berlalu meninggalkan ibu dan dokter diruangan itu.

“Bu,.. Mila keluar sebentar ya ada perlu, permisi dok, minta masker nya ya,” seraya berlari keluar dokter itu sudah ku anggap seperti paman sendiri.

Ku telusuri lorong-lorong rumah sakit sembari mencari dimana ruangan pari berada, karena dia bilang kakeknya dirawat diruangan Pari, aku berjalan dengan masker yang tadi aku bawa dari ruangan dokter Asep.

“Akhirnya ketemu juga, ini nih tapi dimana ya ruangannya?, ” ucapku sembari mencari cari dikamar sebelah mana kakeknya dirawat , ternyata ruangan pari berada di pantai atas.

Langkah kakiku seketika terhenti saat ku lihat seorang pria berbaju merah sedang memandang keluar jendela
“Rescha” batinku lirih dadaku berdebar kencang.

Bersambung …..

Suatu Saat Nanti Bagian 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Film Rentang Kisah Versi Extended Tayangkan Scene yang Belum Ada Sebelumnya

Milenianews.com - Jelang Idul Fitri 2021, Klik Film secara ekslusif menghadirkan film drama religius berjudul Rentang Kisah Extended. Film yang mengadaptasi dari perjalanan hidup...

Clubhouse Beta Versi Android Sudah ada di Google Play Store

Milenianews.com - Clubhouse menjadi sangat populer di awal tahun ini terutama di kalangan pengguna perangkat iOS. Aplikasi obrolan grup khusus audio ini mengharuskan penggunanya...

PlayStation 5 Siap Produksi Kembali Tahun 2022

Milenianews.com - Ketika Sony mengeluarkan PlayStation 5, konsol ini langsung menjadi populer dan menjadi incaran para gamers. Hal ini membuat Sony kekurangan stok dan...

Tom Clancy’s The Division Mobile Siap Meluncur

Milenianews.com - Hadir dengan tema pandemi virus yang pertamakali menyebar dari uang, kisah Tom Clancy’s The Division semakin melebar. Awalnya bercerita tentang penyelamatan warga...