Prediksi Gina S. Noer soal Perfilman Indonesia ke Depannya

Milenianews.com, Jakarta – Industri kreatif enggak henti-hentinya melahirkan berbagai talent dari segala bidang, termasuk perfilman. Harus diakui, bicara soal perfilman Indonesia sekarang, udah pasti lebih “pecah” dan para filmmaker terasa gairahnya menciptakan karya yang berkualitas.

Seperti Gina S. Noer, filmmaker yang debut sutradaranya di film Dua Garis Biru (2019) ini mengaku bahwa perjalanan kariernya enggak terlepas dari proses bertukar ide dengan para pembuat konten lainnya. Hal tersebut pula yang bikin Gina percaya soal kualitas perfilman Indonesia ke depannya.

Sumber: Kincir

“Saya percaya film Indonesia lebih baik lagi, karena yang jelas talent-nya akan lebih banyak dari sisi investasi makin banyak yang percaya diri dengan film indonesia, makin banyak penonton yang mau mengapresiasi film Indonesia,” ujar penulis film Keluarga Cemara (2019) dalam konferensi pers Ideafest 2019 di WeWork Astra Tower, Jakarta (21/8).

Gina, penggarap skenario film Ayat-ayat Cinta (2008) ini juga mengungkapkan bahwa film Indonesia enggak bakal tumbuh kalau enggak dari penontonnya. Hal itu dia temui dari film Dua Garis Biru, Gina percaya bahwa ke depannya penonton menuntut filmmaker-nya membuat film terus lebih baik.

Sumber: Starvision

Gina Berharap Lebih Banyak Genre Film di Indonesia yang Beragam

“Saya berharap lebih banyak genre yang beragam. Production value harus tinggi karena konten itu sekarang ada di genggaman kita. Otomatis berharap ketika mereka mengeluarkan uang untuk nonton di bioskop, ya, produksinya harus bagus, storytelling-nya harus bagus, apa pun genrenya.

Gina S. Noer juga akan terus memperbaiki kualitas filmnya. Oh ya, ada beberapa proyek Gina terdekat sebagai produser, sutradara, dan penulis. Soal judulnya, tunggu informasi selanjutnya, ya.

Sumber: Kincir

Gina juga akan membagikan pengalaman perjalanan kariernya di Ideafest 2019 yang dilaksanakan pada 3—6 Oktober 2019 di JCC Senayan, Jakarta. Selain Gina, akan ada 300 narasumber lainnya dalam 120 sesi, seperti Joko Anwar, Dian Sastro, Daniel Mananta, hingga Zach King (filmmaker Amerika). Lebih lengkapnya bisa kepoin sosial media Ideafest 2019.

Nah, bagaimana menurut kalian dari sisi penikmat soal perfilman Indonesia ke depannya? Bagikan pengalaman kalian di kolom komentar dan terus pantengin Milenianews, ya.(AFR)

Sumber: Kincir.com

Post Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *